Pondok Pesantren Ar Rhaudha Seluma

Jl. Merdeka Tais No. 85

-

TAK KUNJUNG HAMIL

Rabu, 20 April 2016 ~ Oleh operator2 ~ Dilihat 592 Kali

Ketika kehamilan yang diinginkan oleh pasangan suami istri tak kunjung terjadi, kapankah mereka bisa dikategorikan mengalami masalah infertilitas? Dr Novan Satya Pamungkas, SpOG menjelaskan  ketidak suburan merupakan  kondisi ketidak mampuan pasangan untuk mendapatkan kehamilan setelah melakukan hubungan seksual secara teratur tanpa menggunakan kontrasepsi selama satu tahun atau lebih. “Setahun itu, kondisi yang sama juga mungkin terjadi pada perempuan berusia lebih dari 35 tahun yang tak kunjung hamil selama enam bulan atau lebih.

Infertilitas bisa disebabkan oleh salah satu pasang atau mungkin bahkan keduanya. Masing-masing memiliki peluang yang sama besar sebagai penyebab infertilitas. “Untuk suami istri berhubungan intim dua atau sampai tiga kali seminggu bisa mengakibatkan fertilitas, “ kata Novan menyarankan.

Pada pria, masalah kesuburan kemungkinan berasal dari kegagalan menghasilkan sperma bekualitas akibat cacat bawaan sejak lahir. Selain itu, kegagalan testis untuk turun ke kantung skrotum selama pubertas, infeksi berulang dan penyakit pada masa pertumbuhan juga dapat mempengaruhi tingkat kesuburan.

Demikian pula dengan gangguan pada pengeluaran sperma. Adanya gangguan seksual, seperti ejakulasi dini, gangguan kesehatan seperti: retrograde ejaculation, penyakit genitik tertentu seperti cystic fibrosis, atau gangguan struktural seperti penyumbatan pada saluran sperma , dapat  menjadi pencetusnya.

Kesuburan pria pun dapat terganggu oleh kanker dan terapi radiasi serta kemoterapi. Lantas, pria berusia lebih dari 40 tahun kurang subur dibandingkan dengan pria yang lebih muda. Faktor gaya hidup dan lingkungan juga dapat mempengaruhi kesuburan. Obesitas, polusi udara, kebiasaan minum alkohol, dan merokok, contohnya. ”Pria yang kerap mengkonsumsi obat-obatan tertentu, pekerjaannya mengharuskan ia duduk berjam-jam bersinggungan dengan radiasi tinggi, serta kebiasaan memangku laptop juga turut mempengaruhi kesuburan, “ ujarNovan.

Pada perempuan, kesuburan dapat terganggu jika ada kerusakan atau penyumbatan tubafalopi yang dipicu oleh infeksi penyakit menular seksual. Endommetriosis, polycystic ovary syndrome, gangguan ovulasi akibat cedra, dan tumor pun berperan dalam menghambat pasangan suami istri mendapatkan turunan. Aktivitas yang berlebihan, berat badan kurang, atau pemakaian obat-obatan tertentu pun punya andil serupa.

Peningkatan prolaktin dan produksi terlalu banyak hormon endrogen, obesitas, gangguan tiroid, kanker serta terapinya, serta menopause dini juga mempengaruhi kesuburan perempuan.Cushing ‘sdisease, sickle cell disease, penyakit ginjal, diabetes, pemakian obat-obat tertentu dan gangguan kesehatan  yang terkait dengan keterlambatan pubertas seperti amenorrhea pun tak bisa dikesampingkan sebagai faktor yang menghambat kesuburan.

Infertilitas bisa diobati. Pemilihan pengobatan umumnya ditentukan berdasarkan masa terjadinya infertilitas, penyebab infertilitas, dan faktor usia. Untuk pria dengan gangguan seksual, seperti impotensi atau ejakulasi dini, terapi pemberian obat atau perubahan prilaku dapat mengembalikan kesuburan.Bila penyebabnya, produksi sperma yang kurang, tindakan pembedahan, pemberian obat hormon repruduksi, atau dengan bantuan teknologi reproduksi dapat menjadi solusinya.

Untuk perempuan, obat penyubur merupakan pilihan utama dalam mengatasi infertilitas yang disebabkan oleh gangguan ovulasi. Jika ada masalah penyumbatan tuba falopi, tindakan pembedahan menjadi solusinya. Akan tetapi bila penyebab infertilitas sudah cukup parah dan tidak bisa diatasi dengan pemberian obat ataupun pembedahan, tindakan yang diambil, yakni dengan assisted reproductive technology, seperti in vitro fertilization (IVF).

Infertilitas pada pria bisa dicegah dengan menghindari kebiasaan merokok, berhenti mengkonsumsi alkoholl, dan tidak terlalu sering berendam air panas atau bersauna. “Suhu tinggi bisa memengaruhi produksi  dan gerakan sperma meski bersifat sementara, “ kata Novan.

Selain itu, perempuanperlu berolahraga secara teratur, menjaga berat badan, menghindari rokok dan alkohol, membatasi konsumsi kefein, dan bijaksana dalam pemakaian obat-obat tertentu demi menjaga kesuburannya.                                               

                       

(Desi Susilowati)

 

 

 

 

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT