Pondok Pesantren Ar Rhaudha Seluma

Jl. Merdeka Tais No. 85

-

Asteroid Dengan Nama-Nama Indonesia Diakui Dunia (Bagian 2)

Selasa, 17 Oktober 2017 ~ Oleh operator1 ~ Dilihat 273 Kali

Kebangkitan Indonesia
Bersyukur namanya dipilih sebagai nama asteroid, Nana mengaku ada beban besar setelahnya, baginya dan khususnya bagi dunia ilmu pengetahuan Indonesia. Dia menanggapi penamaan itu sekaligus menjadi tanggung jawabnya untuk terus mengembangkan dunia sains, khususnya di bidang astronomi.

Nana memandang astronomi dalam dunia ilmu pengetahuan di Tanah Air masih 'kurang populer'. Jumlah astronom sedikit dan makin sedikit yang berkiprah di bidang langit dan antariksa itu.  "Ini menunjukkan porsi sedikit kita dalam sains dasar," jelas Nana.

Secara lebih besar, penamaan asteroid ini mengirimkan pesan kepada bangsa Indonesia, yang mana sejatinya punya syarat untuk menjadi negara yang bermartabat dan dipandang dunia. Indonesia punya nilai dan kekuatan sebagai bangsa, yaitu kebersamaan dan persatuan.

"Ini pemicu semangat. Kita bisa membangun bersama-sama, kita bekerja bersama perlu sinergi, tanpa memertajam perbedaan seperti yang akhir-akhir ini terjadi dan menghabiskan energi," kata dia.

Penamaan itu bagi pakar astronomi ITB, Hakim Luthfi Malasan, menyatakan kebanggaannya. Penamaan itu berarti astronomi dan astronom Indonesia diakui dunia.

"Saya pribadi tidak bisa mengatakan apa pun tentang dampaknya (penamaan Premadi) terhadap dunia astronomi di Tanah Air, kecuali ikut bangga saja," kata pria yang pernah menjadi leading scientist di Thailand, Finlandia dan Jerman.

Sedangkan Kepala Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin bersyukur atas penamaan ilmuwan perempuan Indonesia untuk nama asteroid. "Semuanya menunjukkan penghargaan masyarakat astronomi internasional pada kontribusi astronom Indonesia pada perkembangan astronomi," tuturnya.
 
Dalam dunia astronomi, Indonesia sebenarnya mendapatkan warisan yang menguntungkan dibanding negara lain. Indonesia punya kelebihan dan keuntungan dalam dunia astronomi. Secara geografis, letak Indonesia bisa dibilang cukup seksi. Wilayah Indonesia, kata dia, mempunyai langit yang bagus karena posisinya dekat dengan ekuator.

Senada dengan hal tersebut, Avivah melihat kekuatan astronomi Indonesia salah satunya secara geografis berada di langit bagian selatan. Kontribusi Indonesia di masa lalu pun diakui IAU. Saat Observatorium Bosscha didirikan, menjadi satu-satunya andalan Indonesia. "Satu-satunya observatorium di Asia Tenggara Sebelum Malaysia dan Thailand juga bikin observatorium," kata dia.

Saat ini sudah banyak observasi di area langit selatan. Karena kontribusinya dalam dunia astronomi dengan Observatorium Bosscha dan kekuatan penelitian astronomi di Indonesia, menurut Avivah, wajar bila akhirnya beberapa nama ilmuwan Indonesia diajukan dan dipilih menjadi nama asteroid.

Avivah mengatakan, IAU memandang Indonesia mampu mengembangkan astronomi dari awal sampai hari ini. Apalagi saat ini Indonesia sedang semangat dan giat mengembangkan astronomi di seluruh Indonesia lewat kegiatan blusukan menjangkau ke daerah-daerah.  

Hakim mencatat kontribusi astronomi Indonesia di kancah internasional cukup signifikan. Di Asia Tenggara, kata dia, Indonesia berperan penting dalam South East Asia Astronomy Network, sementara di kancah global, Indonesia berkontribusi di International Astronomical Union,

"Tercatat Prof.Bambang Hidayat pernah jadi Vice President IAU, saya jadi Vice President divisi education, outreach and heritage," kata dia.

Tantangan ke depan

Untuk membangun riset dan literasi astronomi Indonesia, Avivah mengusulkan pemerintah harus betul-betul mampu memanfaatkan momentum pembangunan Observatorium Nasional di Amfoang, Nusa Tenggara Timur. Observatorium ini diposisikan sebagai alternatif Observatorium Bosscha yang mulai terkepung polusi cahaya, seiring pembangunan di wilayah Lembang.

Dia menilai, langkah pemerintah membangun Observatorium Nasional itu merupakan komitmen kepada pengembangan dunia astronomi.

"Perhatian pemerintah cukup baik dengan akan dibangunnya science center di Kupang dan Observatorium Nasional di Amfoang NTT," ujar dia.

Keberadaan Observatorium Nasional itu ke depan, harusnya bisa berperan penting dalam pengamatan lanjutan benda-benda langit yang sudah ditemukan atau bisa menjadi pionir penemuan lainnya.

Dia berharap, Observatorium Nasional bisa menopang pengembangan Indonesia timur dan setidaknya semua universitas bisa memakai observatorium baru itu.

Hakim sepakat dengan Avivah. Momentum ini bisa makin melecutkan semangat memajukan astronomi Indonesia. Terlebih adanya proyek Observatorium Nasional dan pembukaan program studi kedirgantaraan dan observatorium di Institut Teknologi Sumatera.

Avivah mengatakan, pemerintah perlu belajar dari pengelolaan Observatorium Bosscha yang memang diperuntukkan bagi umum, namun kenyataannya observatorium itu bisa dibilang laboratoriumnya anak ITB. (umi)

kembali ke Bagian 1

sumber : VIVA.co.id

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT