Pondok Pesantren Ar Rhaudha Seluma

Jl. Merdeka Tais No. 85

-

Mengenal Tokoh Islam: al-Biruni (973 - 1048 M)

Senin, 19 April 2021 ~ Oleh Guyun Slamet ~ Dilihat 99 Kali

Al-Biruni adalah salah seorang ahli sejarah yang cukup terkenal. Di Barat dan Timur, semua orang sepakat bahwa dia mengungguli penulis-penulis lain dalam ilmu-ilmu Islam. Bukunya Tahaqiq ma li al-Hind, menandingi buku al- Syihristani, al-Mila wa al-Nihal, karena pembahasannya ilmiah, objecktif, dan akurat mengenai warisan bangsa Arab.


Tentang al-Biruni al-Yaqut pernah menulis dalam Mu’Jam al- Udaba, “Tangan al-Buni tidak pernah terpisah dari pena, matanya tidak pernah tidak melihat, hatinya tidak pernah tidak berpikir, kecuali pada dua hari raya Nayruz dan Mahrjan dalam setahun.” Sultan pernah memberikan penghargaan kepadanya, karena telah menulis al-Qanun al-Mas’udi, berupah uang perang dipanggul oleh seekor gajah. Namun al-Baruni mengembalikannya kepada kas negara karen ia tidak memerlukan uang sebanyak itu. Ada yang meriwayatkan bahwa kadi Katsir bin Ya’qub pernah mengunjunginya pada saat dia terbaring di atas kasur menjelang kematiannya. Al- Biruni bertanya kepadanya tentang jumlah perempuan yang rusak. Sang kadi menjawab sambil balik bertanya: “Dalam kondisi seperti ini?” Al- Biruni kemudian menyergahnya : “Kamu ini bagaimana, aku hendak meninggalkan dunia tetapi aku mengetahui masalah ini adalah lebih baik daripada aku mati dan tidak mengetahuinya.” Sang kadi tidak keluar darinya menuju jalan kecuali setelah dia mendengar teriakan kepadanya.


Tulisan al-Biruni tersebar dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan. Terjemahannya dari buku-buku India ke dalam bahasa Arab begitu banyak. Bahkan dia pernah menterjemahkan buku terjemahan Arab dari bahasa Yunani ke dalam bahasa Sangsekerta. Sayangnya sebagian besar karangannya telah hilang.


Dia meninggalkan tiga buku karangan yang sangat bagus. Pertama, buku Alatsar al Baqiah min al-Qurun al-Khaliyah, berisi hadis-hadis tentang bangsa, agama-agama, serta adat istiadat berbagai bangsa berikut hari raya dan sejarah mereka. Kedua, buku al Qanun al-Mas’udi, berisi semua ilmu astronomi bangsa Arab. Ketiga, buku Tahqiq ma li al-Hind min Maqulah, berisi uraian mengenai kehidupan ruhani dan intelektual di India. Materi uraian ilmiah buku ini tidak pernah didapatkan dalam buku-buku ilmiah Arab, khususnya ketika dia mampu melampaui batas-batas fanatisme kesukuan dan agama. Buku ini merupakan hasil jeri payahnya selama tiga belas tahun yang dihabiskannya di India. Sambil mempelajari bahasa Sangsekerta, Sastra India, serta kehidupan orang Hindu dan adat istiadatnya.


Pada saat usianya menginjak dekade yang kedelapan, dia menulis buku berjudul al-Jamahir fi Ma’rifah al-Jawir, yang berisi uraian tentang batu-batu mulia berikut tempat-tempat, manfaat, harga, dan karakternya. Buku ini sangat berbeda dengan buku ilmu tambang yang telah akrab di tangan kaum Muslimin. Dalam buku itu dia pura-pura tidak mengetahui--terutama – mengenai daya tarik bebatuan. Namun, pada saat yang sama dia memberikan penjelasan sekaligus kritik terhadap buku-buku yang ditulis para pendahulunya, ilmuan di bidang ini. Pada dasarnya al-Biruni merupakan salah seorang imuan Muslim yang enggan meniru buku-buku lain atau sekadar menukil. Dalam setiap uraiannya dia merinci satu per satu topik yang ingin dipecahkannya.


Selain itu al-Biruni juga menulis buku di bidang astronomi, ilmu pasti, apotik, filsafat, syair, dan sejarah. Hampir semua bidang itu dikuasainya dengan baik.

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT