Pondok Pesantren Ar Rhaudha Seluma

Jl. Merdeka Tais No. 85

-

Inspirasi dari Eyang (Habibie)

Jum'at, 08 Nopember 2019 ~ Oleh Guyun Slamet ~ Dilihat 377 Kali

Meski tangan gemetar, Eyang tak Gentar.

Masih terbayang ingatan Endang Giri Yanti bagaimana kehadiran sosok Bacharuddin Jusuf Habibie di peresmian gedung sekolah El Fitra, Jalan Cibodas Raya , Bandung. Mengenakancelana kain hitam, baju batik, dan peci hitam, almarhum mengumbar senyum kepada para hadirin di sekolah binaan Rumah Yatim itu. Raut wajahnya tetap bahagia dan semangat.

Kepala Sekolah El Fitra itu mengungkapkan, sosok Habibie bukan sekali dua kali menunjukkan perhatiankepada anak yatim. Namun, peristiwa Juni itu terasa luar biasa. Waktu itu Eyang (BJ Habibie)memberi motivasi kepada kami. Beliau juga meceritakan pengalaman hidupnya dari awal sampai akhir.

Salah satu pesan yang masih diingat oleh Endang, adalah bagaimana pentingnya ilmu agama. Ketika itu Eyang berpesan, jika seseorang sudah menguasai ilmu agama, ilmu lain bisa dikuasai. Dia juga mengigatkan agar dalam hidup, seseorang harus menjadi yang bersinar dan bisa menyinari orang lain.   Artinya, jadilah sosok yang berguna bagi orang lain dengan ilmu dan karakter yang dimiliki.  

Selain memberikan wejangan, Eyang Habibie juga memberikan pesan ntuk mengurus sekolah. Kepada para guru beliau berpesan agar tidak selalu berorientasi pada nilai, tetapi lebih menekankan kepada pembentukan karakter. Sekolah diharapkan mendorong anak menjadi sosok yang berguna bagi agama dan orang lain.  “Beliau juga memberikan dukungan kepada sekolah, bahwa jangan mengandalkan satu bidang.  Kita memang harus menguasai satu bidang, tapi jangan lupa berkontribusi pada tim,” ujarnya.

Selama mendidik anak, sekolah diminta untuk tidak terlalu memperhatikan  karakter awal anak-anak.  Berasal dari beragam latar belakang dan lingungan membuat anak-anak memiliki perbedaan, baik dari sifat, sikap, dan kecerdasan. Menjadi tugas sekolah  untuk membuat anak-anak ini memiliki output yang sama, yakni menjadi orang yang berguna di bidangnya masing-masing sesuai dengan yang dikuasai oleh siswa-siswi.

Pertemuan pertama anak-anak di sekolah tersebut dengan Eyang Habibie meninggalkan banyak kesan dan pesan, tak terkecuali bagi guru-guru dan orangtua murid. Salah satunya, usaha Eyang untuk menepati janji. Kala itu, ajudan berpesan, kondisi Eyang sedang tidak sehat.

Sakit itu ternyata bukan penghalang bagi Eyang Habibie untuk tetap datang dan bertemu dengan puluhan orang yang telah menantinya. “Jadi pembelajaran bagi kami, bahwa sesulit apa pun, kita harus menepati janji, “ Ujar Endang.

Bersama guru sekolah serta pengurus Rumah Yatim, Endang menjadikan  teadan itu sebagai pelajaran. Keramahanan, kehangatan yang diberikan masih sama. Saat berada di tenda untuk makan bersama, semua melihat kondisi fisiknya yang melemah. Beberapa guru menyaksikan tangannya yang gemetar. Namun Eyang tak gentar.  Ajakan beberapa orangtua murid untuk berfoto saat Eyang hendak kembali ke mobil, tetap diterimanya dengan gembira.

Pada akhir acara, Habibie dan beberapa siswa-siswi El Fitra sempat berfoto bersama. “ Beliau juga memberikan masukan dan arahan untuk sekolah, yang kita sendiri tidak terpikirkan. Itu hal kecil dan detail.

Haikal, menjadi salah satu anak yang beruntung dapat berfoto bersama dengan Presiden ketiga RI itu.  Ia merasa gugup saat mengetahui bisa melihat langsung orang penting negara ini. Siswa kelas tiga ini mengaku saat kecil sudah pernah dikenalkan dengan Eyang Habibie. Berita kematiannya membuat ia kemudian menggali informasi lebih banyak dan tahu siapa orang besar satu ini.

“Banyak pesan Eyang Habibie yang diingat. Salah satunya, cari ilmu agama, jagan egois, dan selalu berbagi kepada sesama, “ ucapnya.  Selain Haikal juga Septi termasuk anak yang beruntung mendapat peluk cium dari Eyang. “ Kalau yang diingat pesanya itu berupa motivasi untuk rajin belajar. Tafiznya di rajinkan, ditingkatkan.  Itu sebagai bekal,”ujarnya.

Itulah Eyang Habibie, manusia luar biasa, otaknya otak Jerman, tapi hatinya Makkah.[Zahrotul Oktaviani]

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT