Pondok Pesantren Ar Rhaudha Seluma

Jl. Merdeka Tais No. 85

-

Arti Kitab

Kamis, 08 Agustus 2019 ~ Oleh Guyun Slamet ~ Dilihat 98 Kali

Kitab mempunyai dua arti. Pertama Perintah. Kedua, tulisan di atas kertas dan biasanya dijadikan buku. Maka bagi kitab suci, arti pertamalah yang dipakai. Untuk kebahagiaan manusia dan guna menuntun akalnya yang telah tumbuh itu, datanglah wahyu dari Tuhan, di bawa oleh malaikat, disampaikan kepada manusia-manusia yang telah terpilih, yaitu nabi-nabi dan rasul-rasul guna disampaiaknnya kepada manusia.
Kepercayaan akan turunnya kitab atau perintah ini adalah menjadi satu di antara enam dasarkepercayaan seorang muslim.
Di permulaan surat kedua (al-Baqarah dinyatakan syarat-syarat yang menyebabkan orang menjadi muttaqin atau takwa, yang harus menjadi sifat jiwa dari seorang muslim:


Alif Lam Mim, Tuhanlah yang tahu artinya. Kitab-kitab ini tiada keraguan di dalamnya, pemimpin untuk orang-orang yang memelihara dirinya daru kejahatan. Orang-orang yang beriman (percaya ) kepada yang gaib dan mendirikan sembahyang dan menfaatkan sebagian rezeki yang kami berikan kepada mereka. Dan orang-orang yang beriman kepada wahyu yang diturunkan kepada orang-orang sebelum engkau dan mereka yakin kepada kedatangan hari akhirat.


Dan dijelaskan lagi lebih terperinci pada surah Ali ‘Imran (3): 2,3 dan 4.
“Allah,” Tidak ada Tuhan melainkan Dia. Yang hidup, yang berdiri sendiri. Yang telah menurunkan kepada engkau akan kitab dengan kebenaran; menyetujui (kitab-kitab) yang ada dihadapannya, dan telah diturunkan-Nya at-Taurat dan al-Injil; lebih dahulu. Dan diturunkan-Nya pemisah.
Oleh sebab itu, sebagai seorang muslim, belumlah cukup kalau dia hanya percaya kepada yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw, melainkan percaya pula pada kitab-kitab atau wahyu suci yang diturunkan Muhammad.


Suhuf dan Kitab


Wahyu itu terbagi atas dua kumpulan. Pertama, suhuf. Kedua, kitab.
Setelah wahyu itu diterima oleh nabi-nabi dan rasul tadi, maka dikumpulkanlah menjadi suhuf, yaitu semacam brosur kecil. Beberapa nabi dan rasul mempunyai suhuf itu. Yaitu Nabi Adam, Nabi Syist, Nabi Ibrahim, dan Nabi Musa.
Setelah itu terkumpul beberapa kumpulan besar, yang dinamai Al-Kitab, yang bentuknya lebih besar daripada suhuf itu. Kitab itu empat:
1.  Taurat. Kitab yang diturunkan kepada Nabi Musa as..
2.  Zabur. Kitab yang diturunkan kepada Nabi Daud as..
3.  Injil. Kitab yang diturunkan kepada Nabi ‘Isa AlmaSIH as..
4.  Alquran kitab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw..

 

Perbedaan Kepercayaan antara Islam, Yahudi, dan Nasrani tentang Taurat dan Injil.


Sudah terang bahwa kita orang Islam diwajibkan oleh agama kita mengakui adanya Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa dan Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa Almasih. Tetapi, supaya jangan menimbulkan salah paham hendaklah kita ketahui terlebih dahulu perbedaan anggapan pemeluk ketiga agama itu sekarang tentang kedua kitab itu.
At-Taurat atau at-Taurah, disingkat Taurat adalah bahasa Ibrani yang artinya syariat atau namus, dan dalam bahasa kita, Bahasa Indonesia boleh diartikan peraturan.
Kalimat Taurat itu dipakai oleh Ahlul Kitab (Yahudi dan Nasrani) untuk lima kitab, yaitu:
1.  Kitab Kejadian
2.  Kitab Keluaran
3.  Kitab Imamat Orang Lewi
4.  Kitab billangan
5.  Kitab ulangan


Adapun orang Kristen memberikan nama Taurat kepada sekalian kitab-kitab yang disebut sebagai wahyu-wahyu yang diberikan kepada Nabi-nabi yang sebelum Nabi Isa Almasih, termasuk tarikh pemimpin-pemimpin dan raja-raja Bani Israil yang jumlah semuanya 39 buah. Mereka namai semuanya itu “Perjanjian Lama” atau “Wasiat Yang Lama.”
Adapun Taurat menurut ta’rif Alquran atau pegangan kepercayaan orang Islam ialah wahyu yang diturunkan kepada Nabi Musa as, untuk disampaikan kepada kaumnya.


Lantaran itu niscaya tidaklah dapat orang Islam menuruti pendapat orang Yahudi buat menerima kelima kitab itu sebagai wahyu kepada Nabi Musa. Sebab, siapun yang membacanya, sudahlah dapat memahamkan bahwa kelima kitab itu ditulis oleh orang lain, yang kadang-kadang menceritakan juga tentang Nabi Musa, dan cerita-cerita lain, meskipun di dalamnya ada juga wahyu kepada Nabi Musa itu. Dan Nabi Musa lebih banyak diceritakan sebagai orang ketiga, cerita yang diceritakan orang lain, lebih banyak daripada catatan catatan wahyu Nabi Musa itu sendiri. Maka, bila orang-orang Islam yang ahli melihat kitab-kitab itu, akan dipandangnya dia sebagai kitab-kitab sejarah atau riwayat hidup,seperti “Sirah Ibnu Hisyam”, yang meriwayatkan riwayat hidup Nabi Muhammad.


Apalagi buat menggolongkan semua kitab yang turun sebelum Nabi Isa Almasih menjadi Taurat semuanya sebagai pandangan orang Kristen. Sebab, orang Islam memandang ada lagi kitab yang diturunkan kepada Nabi Daud, bernama Zabur. Yang kelak akan diterangkan lebih luas.
Adapun Injil adalah berasal dari bahasa Yunani, yang dalam bahasa Arab artinya al- Basyarah dan telah dpindahkan oleh orang Kristen ke bahasa kita dengan arti Berita Selamat, atau Kabar Selamat. Orang Kristen menggunakan kata Injil itu untuk keempat kitab yang mereka sebut “Injil yang empat, “yatitu:
1.  Injil Mathius
2.  Injil Markus
3.  Injil Lukas, dan
4.  Injil Yahya (Yohannes)


Dan setelah empat Injil itu mereka gabung, maka kitab kisah Perbuatan Segala Rasul, surat Paulus, surat Petrus, surat Yahya, surat Ya’kub, dan mimpi Yahya, menjadilah “Perjanjian Baru” atau “Wasiat yang Baru”. “Menurut mereka, kesemuanya itu adalah kesatuan yang tidak boleh dipisahkan.”


Dan menurut kepercayaan orang Islam, Injil adalah wahyu yang diturunkan kepada Nabi Isa Almasih as. Sebab itu niscaya keempat injil catatan Matius, Markus, Lukas, dan Yohannes itu tidak dapat dikatakan Injil oleh orang itu, yang didalamnya ada juga mereka salinkan wahyu itu. Dan sama sekali tidak dapat orang Islam menerima kitab-kitab gabungan yang kemudian sebagai Injil. [Hamka]

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT