Pondok Pesantren Ar Rhaudha Seluma

Jl. Merdeka Tais No. 85

-

Memahami Makna Batin Alquran Siapa yang membahasa­lokalkan Wahyu

Jum'at, 23 Nopember 2018 ~ Oleh Guyun Slamet ~ Dilihat 15 Kali

Petanyaan yang sering muncul di kala­ngan teolog, siapa yang membahasa­lokalkan wahyu? Dalam hal ini, siapa yang membuat kitab Taurat berbahasa Hebrew atau Ibrani? Siapa yang membuat Injil berbahasa Suryani Dan siapa yang membuat Alquran berbahasa Arab? Apakah dari sananya sudah berbahasa lokal, yakni Tuhan sendiri yang menurunkan wahyu –Nya dengan menggunakan Bahasa yang digunakan Nabi penerimanya? Apakah Jibril, karena dia yang mengambilnya dari Lauh al-Mahfuz, lalu menyampaikan pada Nabi dimaksud? Apakah Nabi yang bersangkutan, yakni Nabi diberi kemampuan khusus untuk memahami bahasa wahyu yang diantarkan oleh Jibril?
Dalam Islam, setidaknya ada tiga pendapat tentang Bahasa Arab dalam Alquran. Pertama, yang membuat Alquran berbahasa Arab ialah Allah SWT. Pendapat ini didasari oleh pemahaman ayat: “Demi­kian­lah Kami wahyukan kepadamu Alquran dalam Bahasa Arab supaya kamu memberi peringatan kepada umulqura (penduduk Mekkah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (kiamat) yang tidak ada keraguan padanya. Sego­longan masuk sorga dan segolongan masuk neraka.” (QS. al-Syura/42:7). Ada tujuh ayat yang mirip dengan ayat ini menyatakan Alquran turun dengan menggunakan bahasa Arab, yaitu Qs Yusuf/12:2 al Ra’d/13:37, Thaha/20:113, al Zumar/39:28, Fushilat/41:3, al-Syura 42:7, al-Zhkhruf 43:3 al Ahqaf/46:3.
Sebahagian lagi ulama mengatakan yang membuat Alquran berbahasa Arab ialah Jibril, seperti halnya Taurat yang berbahasa Hebrtew atau Ibrani dan Injil yang berbahasa Suryani. Pendapat ini didasarkan dari pemahaman dan kesimpulan umum peranan malaikat Jibril sebagai utusan untuk menyampaikan wahyu kepada para Nabi yang ditentukan oleh Allah SWT.
Pemahaman ini dipahami dari beba­-ra­pa ayat Alquran, antara lain, “(Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para Malikat: ’Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang telah beriman’. Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka (QS al-Anfal /8:12). Pendapat ini juga mendasarkan alasannya kepada surah al-Qadr, yang meng­gambarkan peristiwa Nuzulul Al­qur­an pertama kali di Gua Hira, dimana Jibril membawakan wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW yang sekaligus melantiknya sebagai nabi.
Pendapat lain, kalangan ulama, meng­­­­garis bawahi sebuah riwayat yang disampaikan Aisya RA, yang menyatakan bahwa wahyu yang paling berat diterima Nabi ialah wahyu yang diturunkan dalam bentuk bunyi lonceng oleh malaikat Jibrill. Menurut Aisyah, inilah wahyu yang paling berat diterima Nabi. Sampai dilukiskan, Nabi terkadang keringatan di musim dingin, begitu berat menerjemahkan bunyi lonceng itu sebagai bahasa Alquran.
Mungkin juga masih ada orang ber­pendapat bahwa yang membahasa­lokalkan Alquran kombinasi antara bahasa lokal yang langsung diturunkan dari langit seperti apa adanya sekarang, sebagian lagi diartikulasikan oleh Malaikat Jibril, dan sebagian lainnya diartikulasikan oleh Nabi yang menerima wahyu itu. Meskipun demikian sama sekali tidak mengurangi orisinalitas dan keaslian wahyu atau kitab suci Tuhan.
Bagi umat Islam, sepertinya tidak terlalu mempersoalkan siapa yang mem­bahasalokalkan Alquran. Apakah oleh Allah SWT sendiri, Jibril, Nabi Muhammad SAW, atau gabungan ketiganya. Siapapun yang membahasalokalkan Alquran tidak akan pernah mengurangi keaslian, orisinalitas, kesakralan, keberkahan, dan kesucian Alquran.
Semuanya itu hanya persoalan teknis. Umat Islam sangat yakin bahwa Alquran sebagaimana apa adanya sekarang itulah kitab suci Alquran. Keasliannya dijamin oleh Allah SWT sebagimana ditegaskan dalam ayat: “Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya (QS al-Hijr/15:9). Keaslian dan orisinalitas Alquran sudah banyak dibahas dan diakui oleh para ulama dan para ahli.

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT