Pondok Pesantren Ar Rhaudha Seluma

Jl. Merdeka Tais No. 85

-

MUKJIZAT AL QUR’AN: ILMU-ILMU YANG TERKANDUNG DALAM AL QUR’AN (Bag. 2)

Jum'at, 05 Januari 2018 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 312 Kali

“Hai seluruh umat manusia, telah datang kepada kamu bukti yang sangat jelas dari Tuhan (yakni Muhammad SAW), dan Kami telah menurunkan kepada kamu cahaya benderang (yakni Al Qur’an).” (Q.S. An Nisaa’, 4:174)

Seperti kamu ketahui, mukjizat merupakan kejadian luar biasa yang keluar dari batas hukum alam, yang dianugerahkan oleh Allah kepada utusan-Nya. Dilihat dari sifatnya, ada perbedaan mendasar pada mukjizat yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad SAW dan para rasul sebelumnya. Apakah itu?
Mukjizat yang diberikan kepada rasul sebelum Muhammad bersifat material, artinya bisa dicerna dengan pancaindra. Sebab, daya pikir mereka belum berkembang dan masih hidup dalam zaman kebodohan. Karena itu, segala sesuatu pada masa itu, selalu dikaitkan dengan sihir. Mereka baru percaya jika “sihir” yang dilakukan para rasul itu tidak bisa dilakukan atau dipelajari oleh orang lain. Kamu tentu pernah membaca riwayat Nabi Ibrahim a.s. Pada saat hendak dibunuh oleh kaum musyrik, Nabi Ibrahim tak mempan dibakar oleh api. Atas kehendak Allah, sifat api yang panas membakar menjadi dingin ketika mengenai tubuhnya. Mukjizat Nabi Ibrahim tersebut menjadi salah satu contoh mukjizat yang bisa dicerna oleh pancaindra.
Lain halnya dengan zaman Nabi Muhammad SAW. Pemikiran orang-orang pada masa itu telah berkembang. Karena itu, mukjizat yang diberikan kepada beliau bersifat rasional, artinya mampu dicerna oleh akal.

 

ILMU-ILMU YANG TERKANDUNG DALAM AL QUR’AN

Al Qur’an menjadi sumber rujukan bagi ilmu pengetahuan modern. Di dalamnya terdapat sekitar 750 ayat yang meliputi berbagai cabang ilmu pengetahuan, mulai dari astronomi, geologi, arkeologi, geografi, agronomi, botani, zoologi, entomologi, biologi, kedokteran, genetika, anatomi, nutrisi, sosiologi, metafisika, komunikasi, musik visual, statistik, ekonomi, kelautan, hingga pengobatan jiwa. Berabad-abad setelah Al Qur’an diturunkan, banyak ilmu yang telah dibuktikan kebenarannya oleh para ilmuwan. Berikut ini adalah beberapa contohnya.

 

Ilmu Arkeologi tentang Makhluk Purba

Katakanlah, “Berjalanlah di (muka bumi), maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian Allah menjadikannya sekali lagi. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” (Q.S. Al 'Ankabuut, 29:20)

Al Qur’an memberitakan bahwa ada makhluk hidup yang diciptakan Allah sebelum Dia menciptakan manusia untuk dijadikan khalifah di bumi. Makhluk itu adalah makhluk purba. Mereka telah punah karena peperangan. Tentang masalah ini pun telah disinggung dalam kisah Nabi Adam a.s. Dikisahkan, ketika Allah hendak menciptakan manusia, para malaikat berkata, “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan berbuat kerusakan kepadanya. Dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih memuji Engkau dan menyucikan Engkau?” (Q.S. Al Baqarah, 2:30)

Bukti-bukti tentang hal ini adalah ditemukannya sisa-sisa makhluk hidup (fosil), baik berupa kerangka tubuh manusia, hewan, bahkan tumbuhan, bekas jejak kaki, dan patahan sayap burung purba. Fosil-fosil itu sering ditemukan pada lapisan batu atau tanah yang terpendam. Temuan itu memungkinkan ahli arkeologi untuk mengetahui berapa lama masa terkuburnya fosil tersebut.

Para ilmuwan juga menemukan fosil yang sangat halus sehingga hanya bisa dilihat dengan menggunakan mikroskop.

 

Ilmu Agronomi tentang Tanah yang Lebih Tinggi dari Permukaan Air

“Perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan yang lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.” (Q.S. Al Baqarah, 2:265)

Al Qur’an menjelaskan bahwa jika kebun-kebun buah ditanam di atas tanah tinggi dari tingkat air tanah (dataran tinggi), daunnya akan lebih banyak dan akarnya tumbuh lebih dalam dan panjang ke dalam tanah. Inilah yang menyebabkan pohon-pohon itu cepat menghasilkan. Mengapa bisa demikian?

Para ahli agronomi berteori bahwa jika akar tumbuh lebih dalam dan panjang ke tanah, semakin banyak mineral yang diisapnya. Maka, semakin suburlah batang dan dedaunannya.

 

Ilmu Botani tentang Kayu

“(Allah) yang menjadikan untuk kamu api dari kayu yang hijau, maka kamu dapat menyalakan (api) darinya (kayu hijau itu).” (Q.S. Yaasiin, 36:80)

Pernahkah kamu pikirkan mengapa kayu bisa dijadikan alat untuk pembakaran?

Al Qur’an menjelaskan bahwa Allah telah menjadikan suatu energi dari pohon hijau. Pohon hijau mengandung zat hijau daun yang disebut klorofil. Klorofil inilah yang berperan dalam pembakaran.

Para ilmuwan menyatakan, klorofil mengubah tenaga radiasi matahari menjadi tenaga kimiawi melalui proses fotosintesis. Artinya, klorofil menyimpan tenaga matahari dalam tumbuhan berupa makanan dan bahan bakar yang berfungsi sebagai tenaga kalori sewaktu terjadi pembakaran.

 

Ilmu Zoologi tentang Susu Murni dari Hewan Ternak

“Sesungguhnya pada binatang-binatang ternak menjadi ibrah (pelajaran) bagimu. Kami beri minum kamu dari dalam perutnya, dari antara kotoran dan darah (yaitu) susu yang bersih, lagi mudah diminum bagi orang-orang yang meminumnya.” (Q.S. An Nahl, 16:66)

Kamu tentu pernah minum susu murni. Rasanya enak dan segar, bukan? Susu murni sangat menyehatkan. Umumnya, susu murni yang kita minum berasal dari sapi. Walau demikian, banyak pula hewan ternak lain yang menghasilkan susu.

Al Qur’an menjelaskan kepada kita bagaimana proses terjadinya susu murni. Disebutkan dalam ayat di atas, Allah mengeluarkan susu yang bersih dari kotoran dan darah.

Para ahli menyatakan bahwa hewan ternak mencerna makanan dan menyerap sari-sarinya. Sari-sari makanan itu berubah menjadi darah yang mengalir ke pembuluh-pembuluh darah untuk didistribusikan kepada sel-sel tubuh, termasuk kantong susu.

Di dalam kantong susu itu, kelenjar susu mengambil unsur-unsur yang diperlukan untuk membuat susu. Maka, keluarlah susu murni dengan cita rasa dan warnanya yang khas itu.

 

Ilmu Entomologi tentang Laba-laba

“Umpama orang-orang yang mengambil wali-wali pelindung selain daripada Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Sesungguhnya selemah-lemahnya rumah ialah rumah laba-laba, jika mereka mengetahui.” (Q.S. Al 'Ankabuut, 29:41)

Kamu tentu pernah memperhatikan laba-laba. Laba-laba biasa membangun sarangnya di tempat-tempat tertentu, seperti di sudut-sudut ruangan atau batang pohon. Bentuk dan strukturnya unik sekali.

Penelitian menunjukkan, yang bertugas membangun sarang adalah laba-laba betina. Ajaibnya, setiap helai benang yang digunakannya terdiri dari 4 buah benang yang lebih kecil. Benang-benang itu keluar dari saluran-saluran khusus di tubuhnya.

Kamu bisa bayangkan betapa lemahnya rumah laba-laba. Sekali kamu merenggutnya, benang-benang itu akan terlepas. Demikianlah Allah mengumpamakan orang-orang yang mengambil wali-wali pelindung selain daripada Allah.

 

Ilmu Biologi tentang Sel Darah Putih

“... dan Dia telah menciptakan segala sesuatu menurut ukuran-ukuran tertentu.” (Q.S. Al Furqaan, 25:2)

Allah menciptakan organ-organ tubuh manusia sesuai dengan kemampuan dan karakter tertentu. Organ-organ itu menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing. Salah satunya yang sangat mengagumkan adalah sel darah putih (leukosit).

Sel darah putih yang ada di tubuh kita bertugas membedakan mana musuh dan bukan musuh. Mana yang asli, mana pula yang asing. Sel-sel itu tak ubahnya bagaikan penjaga keamanan. Mereka tak pernah berhenti “berpatroli”. Jika mereka menemukan musuh, langsung dihancurkan.

Para ahli biologi pernah melakukan penelitian tentang sel darah putih ini. Jika mereka memasukkan suatu zat tertentu ke dalam tubuh manusia, sel darah putih akan langsung menghabisinya. Satu-satunya cara untuk menghentikannya, sel-sel yang disusupi itu harus dikembalikan kondisinya seperti semula, sehingga tidak dianggap asing. Subhanallah, Allah menciptakan fungsinya sedemikian rupa.

 

Ilmu Anatomi tentang Pusat-Pusat Pendengaran dan Penglihatan Pada Otak

“Tetapi, Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam tubuhnya roh ciptaan-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati. Tetapi kamu sedikit sekali bersyukur.” (Q.S. As Sajdah, 32:9)

“... tetapi, pendengaran, penglihatan, dan hati mereka itu tidak berguna sedikit pun bagi mereka...” (Q.S. Al Ahqaaf, 46:26)

Al Qur’an banyak mendahulukan penyebutan “pendengaran” daripada “penglihatan”. Penyebutan tentang kedua indra itu mengisyaratkan suatu kebenaran. Apakah itu?

14 abad setelah diturunkannya Al Qur’an, para ilmuwan genetika menemukan bahwa otak terdiri dari beberapa kepingan. Di antaranya, otak bagian depan, dahi, pelipis, dan bagian belakang. Pusat pendengaran ternyata terdapat pada kepingan pelipis dari otak yang berhadapan dengan telinga, sedangkan pusat penglihatan terletak pada bagian belakang otak. Begitulah susunan anatomi pusat-pusat indra pada otak.

Jika demikian adanya, pantaslah Al Qur’an mendahulukan penyebutan “pendengaran” daripada “penglihatan”.

 

Ilmu Nutrisi tentang Menyusui Anak

“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan persusuan. Kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang makruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya ...” (Q.S. Al Baqarah, 2:233)

Allah mengaruniakan rezeki kepada bayi berupa air susu ibu (ASI). Dianjurkan-Nya agar para ibu menyusui bayinya hingga berumur dua tahun penuh. ASI bahkan harus diberikan kapan pun bayi membutuhkannya. Mengapa Allah menegaskan pentingnya ASI untuk bayi? Apa sebenarnya rahasia dibalik ASI tersebut?

Para ahli nutrisi menemukan bahwa selama dua hari pertama setelah kelahirannya, bayi yang disusui ASI akan mendapatkan protein khusus dengan kadar tinggi. Protein ini disebut pula antibodi. Ia mampu melawan pertumbuhan kuman yang mendatangkan berbagai penyakit. Dalam ASI tidak terdapat kuman yang menyebabkan terjadinya radang pada lambung atau usus.

Hal yang sangat menakjubkan adalah ASI dapat membunuh giardia, parasit kecil yang menyerang usus bayi. Entah bagaimana cara kerjanya, ASI dapat membunuh parasit ini. Rupanya, karena itulah Allah menegaskan pentingnya ASI bagi bayi.

[Sumber: M. Rifqy Zulkarnaen, Rosda, Mujizat Al-Quran]

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT