Pondok Pesantren Ar Rhaudha Seluma

Jl. Merdeka Tais No. 85

-

Pentingnya Istigfar

Rabu, 07 Juni 2017 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 1018 Kali

ISTIGHFAR
Dosa ibarat debu, jika menempel dan tidak segera dibersihkan, akan berkarat dan kotorannya melekat kuat di hati. Sedangkan, usaha untuk membersihkannya tidak lain adalah dengan bertobat dan membaca istighfar.
Sebagai hamba Allah SWT yang tidak pernah luput dari salah dan dosa, sepantasnya kita memperbanyak istighfar, mohon ampun kepada Allah SWT. “ Demi Allah, sesungguhnya aku beristighfar dan bertobat kepada Allah lebih dari 70 kali dalam sehari.” (HR Bukhari). Dalam riwayat lain sampai 100 kali dalam sehari (HR Muslim).
Hadis di atas memberikan gambaran tobat dan istighfarnya Nabi Muhammad SAW. Meski telah mendapat jaminan ampunan dan surga dari Allah SWT, beliau tetap bersungguh-sungguh dalam berisghfar dan bertobat kepada-Nya.
Paling tidak terdapat empat keutamaan amalan istighfar. Pertama, istighfar merupakan cermin akan kesadaran diri orang-orang yang bertakwa . ( QS. Ali Imran:135)
Kedua, istighfar merupakan sumber kekuatan umat. Kaum Nabi Hud yang dikenal dengan kekuatan mereka yang luar biasa, masih diperitahkan oleh Nabi mereka agar senantiasa beristighfar untuk menambah kekuatan mereka ( QS. Hud 52)
Bakan Rasulullah dalam salah satu hadisnya menegaskan bahwa eksistensi sebuah umat ditentukan di antaranya dengan kesadaran mereka untuk selalu beristighfar. Karenanya bukan merupakan aib dan tidak merugi orang-orang yang bersalah, lantas ia menyadari kesalahannya dengan beristighfar kepada Allah SWT .
Ketiga, istifghfar dapat menolak bencana dan menjadi salah satu sarana turunnya keberkahan dan rahmat Allha SWT. Ketika menafsirkan surah Al- Anfal :33, “Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.”
Ibnu Katsir menukil riwayat dari imam Tarmizi, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Allah telah menurunkan kepadaku dua pengaman atau penyelamat bagi umat bdari azab dan bencana, yaitu keberadaanku dan istighfar. Maka ketika aku telah tiada, masih tersisa satu pengaman hingga hari kiamat, yaitu stighfar.” Bahkan Ibnu Abbas menuturkan bahwa ungkapan istighfar meskipun keluar dari pelaku maksiat dapat mencagah dari beberapa kejahatan dan bahaya.
Keempat. Istighfar akan memudahkan urusan seseorang, memudahkan jalan mencari rezeki, dan memudahkan seseorang. Ibnu Katsir menafsirkan surah Hud 52 menukil hadis Rasulullah SAW yang bersabda. “ Barang siapa yang mampu mulazama atau kontinu dalam berzikir, maka Allah akan menganuhgerahkan kebahgiaan dari setiap duka dan kesedihan yang menimpanya, memberi jalan keluar dari setiap kesempitan, dan memberi rezeki dengan cara tidak disangka.” ( Ibnu Majah).

(Muhammad Arifin Ilham)

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT