Pondok Pesantren Ar Rhaudha Seluma

Jl. Merdeka Tais No. 85

-

BENARKAH KAUM YAHUDI PENDUDUK PERTAMA YURESALEM ?

Senin, 05 Februari 2018 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 157 Kali

Yuresalam kuno terletak di dataran tinggi yang sulit ditempati.  Di lansir dari buku Seri Enslkekopedia Peradaban Islam, bukti-bukti keramik menunjukkan adanya kesibukan di Ofel—kota Daud di Kota Tua Yuresalem dan Samaria (Ibukota Kerajaan Israel Kuno)—pada zaman tembaga  atau sekitar mellenium ke - 4 SM.  Ada juga bukti lain menyertainya, yakni sebuah pemukiman tetap selama Zaman Perunggu atau sekitar 3.000- 2.8000 SM.

            Di Selatan tembok Kota Lama (sekarang Yuresalem), pernah ditemukan bejana keramik yang diperkirakan berasal dari 3.200 SM. Pada masa itu Yuresalam disebut sebagai sebuah kota, salah satu kota Kanaan tepatnya. Mantan Kepala Lembagga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Prof. Dr Umar Anggara Jenie menjelaskan,  Yuresalem merupakan bukti paling baik dalam kekunoan pemukiman-pemukiman bangsa Arab semistis purba di Palestina. Mereka ada jauh sebelum kedatangan bangsa lain.

            Kota ini didirikan suku Yebus, yakni cabang bangsa Kanaan yang hidup sekitar lebih dari 5.000 tahun lalu.  Yang pertama kali mendirikan Yuresalem adalah seorang raja bangsa Yebus-Kanaan. Alkitab menyebut Kanaan sebagai orang Yebus. Mereka memerintah Kanaan sampai penaklukan raja Duad. Seusai mengambil alih kota dari orang Yebus, orang Yahudi menjadi penduduk mayoritas selama 1.200 tahun, sampai kehancuran Yuresalem oleh Roma pada abad ke 2 Masehi.

            Selama abad 18 SM, Yuresalam tak ubahnya wilayah Kanaan lainnya.  Daerah ini berkembang dari masyarakat suku dengan sejumlah panglima, Kemudian tempat itu berkembang menjadi pemukiman kota yang diperintah raja. Pengusaha ini disebut Karen Amstrong memasukkan nama dewa Syria, Sehalem yang diindentifikasi sebagai matahri tebenam atau bintang malam.

            Hal ini dipahami karena Yuresalem didirikan dan dipimpin oleh seorang raja yang memuja dewa. Apalagi Kanaan dan Yuresalem merupakan wilayah yang memiliki banyak tempat pemujaan dewa. Namun, ada pula yang menyatakan  bahwa nama Yuresalem berasal dari Jebusite Ur-Salem atau Urishalim. Secara politis, Kanaan mungkin dikuasai Mesir. Namun, dalam urusan budaya dan agama, pengaruh utama datang dari Syiria. Di Hazor, Megiddo, dan Sikhem, kuil-kuil pada priode ini  telah digali dan menunjukkann dengan gamblang bahwa kuil tersebut dibangun dengan model Syria.

            Sebagai salah satu negara kota Kanaan, pengaruh kaum Huria yang muncul pada abad ke 14 SM cukup kuat di Yuresalem. Wilayahnya meluas  sampai kedaratan Sikhem dan Gezer. Amstrong pun menegaskan pada titik ini,  pengetahuan tentang Yuresalem berasal dari lempengan aksara paku yang ditemukan di Te el Amarna, Mesir. Lempengan itu merupakan bagian arsip  Kerajaan Firaun Amenhotep III ( 1386—1349 SM) dan putranya Aqkhennaten (1350-1334 SM).

            Di sisi lain, catatan ini menegaskan keberadaan orang Yebus seperti tertera dalam Al Kitab sebagai penghuni pertama Kanaan. Sebelum orang Israel (Yahudi) datang dari Mesir, orang-orang Yebus itu sudah menetap di wilayah yang kini disebut Yuresalam dan Palestina itu.  Dengan demikian,  keliru jika mengatakan penghuni pertama Kanaan atau Yuresalem atau Palestina adalah bangsa Yahudi atau Israel.      

( Sumber: Dialog)

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT