Pondok Pesantren Ar Rhaudha Seluma

Jl. Merdeka Tais No. 85

-

TAMAN NASIONAL SULAWESI

Rabu, 07 Juni 2017 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 402 Kali

Taman Nasional Bogani Nani Wartabone

Taman Nasional Bogani Nani Wartabone  (TNBNW) terletak di Semenanjung Minahasa. Secara administratif termasuk dalam Kabupaten Mongondow, Propensi Sulawesi Utara, dan sebagian lainnya  ( Kecamatan Suwawa dan Bone pantai), termasuk dalam wilayah Kabupaten Bone Bolango, Propensi Gorontalo.

            Taman Nasional Bogani Nani Wartabone dulu terkenal dengan nama Taman Nasional Dumoga Bone.  Tahun 1992 oleh Departemen Kehutanan diganti menjadi Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. Nani Watabone adalah nama salah seorang Pahlawan Nasional Indonesia. Taman ini memilki luas 287.000 hektar.

            Secara topografi, Taman Nasional Bogani Nani Wartabone terdiri dari tanah datar, bergelombang, berbukit terjal dan merupakan rangkaian pegunungan dengan ketinggian 50- 1.900 m di atas permukaan laut. Sejumlah gunung yang berada di kawasan ini seperti:  Gunung Kabila ( 1.735 m), Gunung Padang ( 1.300 m), gunung Gambuta ( 1.954 m) , Gunung Ali (1. 945 m), dan Gunung Damar.

            Di kawasan TNBNW terdapat beberapa tipe hutan: hutan sekunder, hutan hujan , dan hutan lumut. Selain itu, taman ini memiliki keunikan ekologi, karena merupakan peralihan geografi daerah Indomalayan di sebelah Barat dan Papua Australia di sebelah Timur ( Garis Wallace).

            Di Taman Nasional ini terdapat keanekaragaman tumbuhan dan sejumlah satwa yang sebagian besar merupakan flora dan fauna endemik. Aneka ragam flora yang tumbuh di kawsan ini tercatat ada 400 jenis pohon, 120 jenis paku-pakuan, 100 jenis tumbuhan lumut, dan 90 jenis anggrek.

            Tumbuhan endemik khas daerah ini seperti : palem matayangan ( Pholidocarpus ihur), Kayu hitam ( Diospyros celebica),Kayu besi ( Intsia spp), kayu kuning ( Arcangelisia flava), dan bunga bangkai ( Amorphophallus companulatus). Tumbuhan lainnya juga terdapat di TNBNW seperti: Piper anduncum, Trema orientalis, Macaranga sp, cempaka, aghathis, kenanga dan bermacam-macam tanaman hias lainnya.

            Beberapa jenis fauna yang terdapat di TNBNW antara lain ada 24 jjenis mamalia, 125 jenis  burung, 11 jenis reptalia, 2 jenis amfibia. 38 jenis kupu-kupu, 200 jenis kumbang, dan 19 jenis ikan.

            Satwa langka khas daerah TNBNW tercatat antara lain: monyet hitam  atau yaki ( Macaca nigra nigra), monyet domoga bone ( Macaca nigrescens), tangkasi   ( Tarsius spectrum spectrum),  musang Sulawesi ( Macrogalidia musschenbroekii musschenbroekii),  Anoa besar ( Bubalus depressicornis), anoa kecil ( Bubalus quarlesi), babi rusa ( Babyrousa babyrousa  celebensis), burung maleo                           ( Macrocephalon maleo),  dan kelelawar bone ( Bonea bidens).

             Burung maleo( Macrocephalon maleo),  adalah satwa endemik, sekaligus  dijadikan sebagai maskot daerah ini. Burung maleo hanya terdapat di Sulawesi.  Besarnya hampir sama dengan ayam, tetapi memiliki telur enam kali lebih berat dari telur ayam. Bila bertelur diletakkannya di tanah atau pasir sedalam 30-40 cm di daerah sumber air panas.  Anak burung ini bila menetas, seakan-akan keluar dari dari tanah atau pasir dan segera berlari mencari induknya.

 

            Tidak hanya burung maleo yang menarik perhatian di TNBNW, banyak atraksi lainnya yang bisa dinikmati. Di kawasan ini sangat ideal untuk berkemah, berenang, memancing, lari lintas alam dan bagi ilmuan daerah ini sorga untuk penelitan. Selain itu, setiap tahun ada dua Festival yang diadakan di kawasan TNBNW, yaitu Festival Baloong Mongandow ( Maret) dan Festival Gorontalo (Mei). Daerah ini berkembang menjadi tujuan wisata yang menarik.

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT