Pondok Pesantren Ar Rhaudha Seluma

Jl. Merdeka Tais No. 85

-

TAMAN NASIONAL SULAWESI

Sabtu, 17 Juni 2017 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 393 Kali

Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai

Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai terletak di Propensi Sulawesi Tenggara. Taman Nasional ini diresmikan pada tahun 1989 dan luasnya 1.050 km2.  Ketinggian taman nasional ini bervariasi dan memiliki ekosistem hutan hujan pegunungan rendah (dengan ketinggian 981 m dari permukaan laut), hutan bakau, hutan pantai, savanna, dan hutan airtawar.            

            Satu hal yang menarik, bahwa vegetasi savanna daerah ini memiliki ciri chas dan unik. Ekosistem savanna membentang dari zona hutan bakau hingga ke gunung Watumohai dan Mendoke. Savana ini kenbanyakan berupa alang-alang dan pohon longgida, angel, lontar dan tipulu, seluas 22.964 hektar. Daerah ini lebih sesuai sebagai wisata berburu dalam rangka mengembangkan olahraga berburu, rekreasi, dan wisata. Di kawasan ini terdapat lebih dari 13.000 rusa.

            Ekosistem mangrove berada di bagian selatan kawasan, membentang dari barat ke timur sepenjang 24 km dengan luas 6.173 hektar. Di kawasan mangrove ini terdapat sedikitnya 27 jenis tumbuhan yang kebanyakan berupa pohon Rhizophora mucronata, Avicennia alba, dan Bruguera gymnorrhyza. Ekosistem mangrove di kawasan ini dari titik terdalam sampai pantai mencapai 7 km dengan diameter pohon satu sampai dua meter.

             Ekosistem rawa meliputi rawa Aopa seluas 12.000 hektar dan rawa Lere di bagian tengah seluas 600 hektar. Rawa TNRAW merupakan daerah depresi, terletak di antara Pegunungan Mendoke, Motaha, dan Makaleleo. Kondisinya selalu basah sepanjang tahun, sebab menjadi muara beberapa sungai,  sebelum mengalir ke sungai Roraya dan sungai Konaweeha. Rawa Aopa tempat hidup beberapa jenis burung air dan satwa migran langka seperti wilwo, sebangsa burung bangau.

            Ekosistem terluas adalah ekosistem hutan pegunungan dataran rendah. Ekosiatem mulai dari kawasan datar hingga daerah pegunungan dengan tipe vegetasi sangat beragam. Letaknya antara Rawa Aopa hingga pegunungan Makaleleo di bagian utara dan sekitar pegunungan Mendoke, gunung Watumohai,  serta juga kawasan  di sepanjang alur-alur sungai di tengah savanna.  

            Hutan dataran rendah di daerah ini banyak ditumbuhi jenis rotan, liana, perdu, dan herba.  Daerah ini penghasil kayu-kayu berkwalitas seperti: kalero, kulipapo, bitti, kayu nona, kayu bayam serta kalapi.

             Keanekaragaman tumbuhan pada Taman Nasional Rawa Aopa Watumohoi, sedikitnya terdapat 90 famili , 257 genus, dan 323 speseies tumbuhan, seperti antara lain: bunga teratai ( Victoria spp), lontar ( Borassus flabellifer), lara ( Metrisideros), sisio ( Cratoxylum formusum ) kalapi (Callikarpa celebica).

            Taman Nasional Rawa Apo Watumohai kaya dengan berbagai jenis burung.  Tidak kurang dari 155 jenis burung terdapat di kawasan ini , 32 jenis di antaranya tergolong langka,  dan 37 jenis lainnya termasuk endemik.  Berbagai jenis burung itu  antara lain:  bangau sandang lawe ( Ciconia episcopus episcopus), bangau tong-tong (Leptoptilos javanicus), maleo ( Macrocephalon maleo), kakaktua putih besar (Cacatua galerita triton), raja udang kalung putih ( Halycon chloris chloris), elang alap dada merah ( Accipiter rhodogster rhodogaster), merpati hitam Sulawesi ( Turacoena manadensis),  punai emas (Caloena nicobarica). Salah satu burung endemik Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai adalah burung kacamata Sulawesi ( Zoterops consobrinorum), yang pernah menghilang dan saat ini kembali  lagi di habitatnya.   

            Berbagai jenis hewan primata juga terdapat di kawasan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai, seperti monyet hitam ( Macaca nigra nigra),  tangkasi atau podi( Tarsius spectrum spectrum)

Satwa langka yang dilindungi, juga terdapat di kawasan ini, antara lain: anoa dataran rendah ( Bubalus deppressicornis), anoa pegunungan ( B. quarlesi), soa-soa ( Hydrosaurus amboinesis), kuskus kerdil (  Strigocuscus celebensis), rusa ( Ceryus timorensis djonga), babi rusa (Babyrousa babyroussa celebensis) dan musang Sulawesi ( Macrogalidia masschenbroekii musschenbroekii).

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT