Pondok Pesantren Ar Rhaudha Seluma

Jl. Merdeka Tais No. 85

-

Liver/Hati Pabrik Kimia Tercanggih

Senin, 19 Juni 2017 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 483 Kali

Hati merupakan organ terbesar dalam tubuh dengan berat sekitar 1.5 kg. Fungsinya sangat banyak hingga mencapai lebih dari 500 fungsi yang bertalian erat dengan fungsi organ tubuh lainnya. Dengan fungsi yang begitu banyak dan rumit, hati ibarat pabrik kimia yang serbaguna dan yang tercanggih diciptakan Tuhan dengan jumlah 300 miliar sel yang tidak bisa ditiru oleh teknologi manusia secanggih apa pun.
    
Begitu hebatnya efisiensi kerja hati sehingga walaupun sudah rusak hingga lebih dari 60%, pabrik kimia ini masih tetap menunjukkan kerja yang maksimal tanpa keluhan. Itu sebabnya seorang yang sudah mengalami kerusakan hati, sering tidak dirasakan keluhannya secara dini, apalagi hati termasuk organ yang tidak memiliki saraf-saraf sensitif di permukaannya, hal ini membuat hati menjadi organ yang tidak mudah mengeluh dan tidak memunculkan rasa sakit ketika organ mulai rusak. Acapkali si penderita kurang memperhatikannya. Hal ini kerap pula membuat kita baru sadar akan kerusakan organ ini dalam kondisi yang sudah parah.
Hati sebagai gudang darah
Hati ibarat suatu pabrik kimia yang memiliki kegiatan yang sangat padat, maka untuk mendukung semua kegiatannya, hati dilengkapi oleh sistem pembuluh yang sangat rumit dan teratur. Darah mengalir dari hati ke jantung, jika ada luapan aliran darah yang melintasi jantung, hati akan menyimpan darah yang berlebihan tersebut sampai sebanyak 0.5 – 1 liter untuk mencegah beban yang berlebihan pada jantung. Setelah itu, hati akan mengeluarkan darah tersebut sedikit demi sedikit sesuai dengan kemampuan jantung dalam menanggulanginya.
Dalam keadaan normal, organ hati akan dilintasi sedikitnya 1400 cc darah setiap menitnya, atau hampir seperempat darah yang ada dalam tubuh melintasi hati setiap menit. Ini adalah cara tubuh untuk membersihkan darah. Hati menyaring darah yang melewatinya, lalu membersihkannya dari unsur-unsur yang bersifat mengotori darah. Jika hati menyaring 1.4 liter darah dalam setiap menitnya, ini berarti setiap tahun hati telah menyaring sebanyak lebih dari 525.000 liter darah.
Salah satu yang perlu disaring oleh hati adalah sel darah merah yang telah usang. Setiap detik akan ada sekitar 3 juta sel darah merah yang mati dan harus diolah. Ini diperlukan agar sel darah yang sudah usang dan tidak berfungsi lagi tidak mmengganggu lalu lintas darah. Sel darah yang sudah mati ini akan dilebur, lalu disimpan untuk didaur ulang sebagai bahan baku dalam membua sel darah merah baru serta dipakai juga sebagai bahan baku zat empedu.
Hati juga memiliki sistem pembuluh darah yang berbeda dengan organ-organ lainnya. Hati memiliki dua suplai darah, yaitu darah segar yang datang langsung dari jantung untuk mensuplai sel hati dengan oksigen dan kedua, darah yang berasal dari lambung dan usus yang membawa sari-sari makanan yang telah diserap di sana. Untuk menjaga stabilitas keamanan pabrik kimia ini, setiap kelompok kerja sel (lobulus) akan dilengkapi oleh ribuan sel pengaman yang disebut sel kupffer. Sel ini selalu siap siaga menghalau setiap sel asing yang masuk ke dalam hati.
Dalam melakukan fungsinya dan membantu kegiatan tubuh sehari-hari, seperti menyediakan energi untuk bergerak , berlari, mencerna makanan, sampai pada pembuatan vitamin yang membantu proses pematangan sel darah merah. Hati menghasilkan lebih dari 1000 jenis enzim yang berbeda.
Hati organ detoksifikasih (Penawar Racun)
Tanpa organ liver/hati, manusia tidak akan bisa bertahan hidup, bahkan akan mati terbunuh oleh berbagai racun yang masuk ke dalam tubuh termasuk obat-obatan kimia sentetis seperti antibiotik yang diresepkan oleh dokter. Hati akan selalu bekerja membersihkan tubuh dari berbagai zat racun yang berbahaya dan merugikan tubuh, seperti alkohol, pengawet, pewarna, berbagai obat-obatan, dan lain-lain.
Hati pengatur kadar gula darah
Hati organ luar yang biasa yang bisa mengubah karbohidrat dan protein menjadi lemak, dan mengubah asam animo ( bagian dari protein) dan lemak menjadi karbohidrat. Peran hati ini sangat penting untuk mengatur kadar gula dalam darah tetap stabil karena organ tertentu seperti kotak membutuhkan suplai gula darah secara konstan untuk bisa bekerja.
Karbohidrat dalam makanan seperti beras, tebu, mie, ubi-ubian, akan dicerna lalu diserap dan diedarkan ke seluruh tubuh melalui darah dalam bentuk gula sederhana yang disebut glukosa. Kelebihan glukosa akan disimpan oleh hati dalam bentuk karbohidrat kompleks yang disebut glikogen. Apabila kadar gula dalam darah mulai berkurang, hati akan mengubah kembali glikogen yang disimpannya menjadi gula darah untuk dijadikan sumber energi bagi sel-sel tubuh. [Husen A. Bajry, M.D., Ph.D.]

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT