Pondok Pesantren Ar Rhaudha Seluma

Jl. Merdeka Tais No. 85

-

TAMAN NASIONAL SULAWESI

Selasa, 11 Juli 2017 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 513 Kali

Taman Nasional Lore Lindu berada di Kabupaten Donggala dan Kabupaten Poso,  60 Km dari kota Palu,  Propensi Sulawesi Tengah. Kawasan ini  merupakan gabungan Suaka Alam Lore Kalamata dan hutan lindung dan Taman rekreasi danau Lindu.

Taman Nasionnal Lore Lindu (TNLL) memiliki luas 217.991.18 hektar, sebagian besar terdiri dari pegunungan dan sub pegunungan, dan sebagian kecil  dataran rendah. Merupakan daerah tangkapan air bagi 3 sungai Lariang,  sungai Gumbasa, dan Sungai Palu.

Sebetulnya, secara biogeografis daerah ini termasuk perbatasan antara Zon Asia  dan Zon Australia yang terkenal dengan Wallace Line atau garis Wallace yang membentang dari Taaman Nasional Nani Wartabone di Bolaang Mongondou hingga Donggala dan Poso, melintasi hutan Taman Nasional Lore Lindu, hingga tembus ke hutan tropis yang berada di Sulawesi tenggara.

            Taman Nasional Lindu merupakan ekosistem hutan pamah Tropik, hutan pegunungan bawah, dan hutan pegunungan dengan komposisi jenis yang berbeda.  Hutan sub alpin yang terdapat di kawasan ini berada di atas ketinggian 2000 meter dari permukaan laut. Hutannya sering terdapat kabut, sebagian besar pepohonannya tumbuh kerdil dan penuh ditumbuhi lumut. Hutan di daerah ini merupakan warisan alam dunia yang kaya dengan aneka flora dan faunanya.

             Berbagai jenis tumbuhan yang terdapat di hutan pamah tropik dan pegunungan bawah, seperti: Agathis philippinensis, Philoclados hypophyllus, Cananga odorata,  Eucalyptus deglupta, Gnetum gnemon,  Castonopis argentea, Prerospermum celibicum, rotan dan berbagai tumbuhan obat.

             Taman Nasional Lore Lindu juga merupakan habitat mamalia asli terbesar di Sulawesi. Di kawasan ini terdapat tidak kurang 117 jenis mamaliia, 230 jenis burung, 29 jenis reptelia, 5 jenis bajing, 38 jenis tikus, termasuk jenis endimik, 55 jenis kelelawar, ratusan jenis serangga , kupu-kupu, dan 19 jenis amfibia.

            Sebagian besar dari hewan yang terdapat di kawasan ini merupakan endemik Sulawesi, seerti: maleo ( Macrocephalon maleo),  kuskus ( Ailurops ursinus), babi rusa ( Babyrousa babyrussa celebensis),  kera tonkean ( Macaca tonkeana tonkeana), katak Sulawesi (Bufo celebensis), musang Sulawesi ( Macrogalidia musschenbroekii mussechenbroekii) , tikus Sulawesi ( Rattus celebensis), kangkareng sulawesi ( Penelopides exarhatus), ulat mas ( Elaphe erythrura) dan bermacam ikan yang terdapat di danau Lindu  seperti  (Xenopoecilus sarasinorum).

            Hal lain yang menarik terdapat di kawasan TNLL, yaitu kumpulan batuan megalitik yang   terbaik di Indonesia.  Di Kawasan TNLL terdapat lebih dari 350 situs batuan megalitik berupa patung, belanga, lumping batu berukir dan lain sebagainya. Oleh UNESCO tahun 1977 kawasan ini dinyatakan sebagai cagar biosfer.

 Berdasarkan bentuknya, batu megalitik itu ada 5 macam :

  1. Patung batu yang memiliki ciri sebagi manusia, tetapi hanya beberapa bagian saja, kepala, kelamin atau bahu.
  2. Kalamba , berupa jambangan besar, tempat air.
  3. Tutu`na, piringan dari batu.
  4. Batu dakon,  batu ber bagai bentuk yang tidak teratur
  5. Mortar, berupa berbagai bentuk  tiang rumah dan bentuk lainnya.

  

Beberapa tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi antara lain:

Gunung Nokilalaki, gunung Rorektimbo, sungai Lariang, lembah Besoa, lembah Saluki, lembah Bada, lembah Napu, danau Lindu, Gimpu, Wuasa, Bada,Lewuto, perkemahan Dongi-dongi, dan Kamarora.

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT