Pondok Pesantren Ar Rhaudha Seluma

Jl. Merdeka Tais No. 85

-

TAMAN NASIONAL (Pulau Jawa)

Senin, 17 April 2017 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 529 Kali

Taman Nasional Gunung Cermai terletak di Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Lus wilayah Taman Nasional Gunung Cermai 15.859,17 hektar, tediri dari 8.931,27 hektar merupakan bagian dari Kabupaten Kuningan dan 6.927,90 hektar lainnya termasuk dalam wilayah Kabupaten Majalengka.

Secara keseluruhan Taman Nasional yang satu ini berbentuk lonjong. Di sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Cirebon, di bagian Timur perbatasan terletak diKecamatan Cilimus, Jalaksana, dan Kramatmulya. Di Bagian Selatan batasnya berada di wilayah Cigugur, Kadugede, Nusaherang dan Darma. Di Barat berada di wilayah Majalerngka.

Semula kawasan ini merupakan hutan lindung, kemudian dalam tahun 2004 oleh Depatemen Kehutanan dinyatakan sebagai Taman Nasional. Taman Nasional Gunung Cermai memiliki tofografi sebagian besar bergelombang (64%) dan curam ( 22%), bergunung-gunung, dengan puncak tertinggi 3.078 m dpl.

Hutan di bawah ketinggian 1.000 m yang terdapat pada kawasan Taman Nasional Gunung Cermai, awalnya merupakan hutan produksi yang diklola oleh Perhutani Kuningan. Hutan ini kemudian menjadi hutan tanaman tusam dan berbagai macam jenis kayu yang lain.

Hutan dengan ketinggian di atas 1.000 m sebelumnya merupakan hutan lindung, sebagian telah rusak akibat letusan gunung, kebakaran hutan, dan juga aktivitas masyarakat.

Berdasarkan kondisi iklimnya, hutan dataran tinggi yang terdapat di kawasan ini dapat dibagi menjadi hutan dataran tinggi basah yang terdapat di bagian selatan atau Cigugur sekitarnya, dan hutan dataran tinggi kering yang terdapat di sebelah utara sekitar Setianegara.

Di daerah zona pegunungan basa, dari mulai Cigugur sampai ke puncak Cermai terdapat berbagai jenis pohon seperti : saninten ( Castanopsis argentea, Castanopis javanica, Castanopsis tunggurut) dan pasang ( Lithocarpus elegans dan Lithocarpus sudaicus) , suku Fagaceae; jenetri ( Elaeocarpus obtusus, Elaeocarpus petiolatus dan Elaecarpus stipularis), suku Elaeocarpceae; mara ( Macaranga denticulate) dan kareumbi ( Omalanthus populneus), suku Euphorbiaceae; aneka jarak ( Symplocos fasciculata, Symplocos spicata, Symplocos sessilifolia, Symplocos theaefolia), suku Symplocaseae; jenis-jenis ara ( Ficus padana dan Ficus racemosa), Moraceae; puspa ( Schima wallichii) dan ki sapu ( Eurya acuminate), Theaceae, dan lain sebagainya.

Di bagian zona kering sekitar Setianegara, kebanyakan didominasi oleh jenis-jenis huru atau medang (Litsea spp), saninten ( Castanopsis argentea dan Castanopsis javanica), mara ( Macaranga tanarius), mareme ( Glochidion sp), bingbin ( Pinanga javana), dan pandan gunung ( Pandanus sp).

Pada zona lebih atas lagi atau zona Montana umumnya didominasi oleh Jamuju (Daerycarpus imbricatus, Podocarpaceae) yang membentuk sabuk vegetasi khusus.

Taman Nasional Gunung Cermai merupakan daerah penting bagi burung ( IBA important Bird Areas JID 24), selain itu merupakan kawasan burung endemik (Endemic Bird Areas DBE160). Beberapa jenis bersetatus rentan (vulnerable) seperti : celepuk jawa ( Otus angelinae) dan ciung mangkal jawa ( Cochoa azurea). Di kawasan ini tercatat ada sedikitnya 18 speseis yang bersetatus sebaran terbatas ( restricted area bird) misanya, puyuh gonggong jawa (Arborophila javanica), walik kepala ungu ( Ptilinopus porphyreus), takur buntut ( Megalaima corvina), berkecet biru tua ( Cinclidium Diana), poksai kuda ( Garrulax rufifrons), cica matahari ( Crocias albonotatus), 0pior jawa ( Lophozosterops javanicus), kenari malayu ( Serinus estherae).

Sejumlah mamalia yang terdapat di kawasan Taman Nasional Gunung Cermai antara lain: macan tutul ( Panthera pardus), lutung budeng (Trachypithecus auratus), kukang jawa ( Nycticebus javanicus), kijang muncak ( Muntiacus muntjak) dan pelanduk jawa ( Tragulus javanicus ).

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT