Pondok Pesantren Ar Rhaudha Seluma

Jl. Merdeka Tais No. 85

-

TAMAN NASIONAL (Pulau Jawa)

Selasa, 04 April 2017 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 543 Kali

Taman Nasional Nasional Baluran

Taman Nasional Baluan terletak di wilayah Banyuputih, Situbundo, Provinsi Jawa Timur. Taman nasional ini menggunakan nama gunung Baluran yang keberadaannya di Taman tersebut.

Taman Nasional ini sudah ada sejak zaman Kolonial Belanda ( 1928). Saat itu kawasan ini mendapat perhatian AH. Loedeboer, seorang pemburu berkebangsaan Belanda yang singgah di Baluran dan meyakini daerah itu mempunyai nilai penting untuk tempat perlindungan satwa, teristimewa mamalia besar.  Pemikiran ini mendat tanggapan Dammerman, Direktur kebun Raya Bogor yang pada tahun 1930 mengusulkan agar hutan Baluran dijadikan hutan lindung.  Tahun 1937, Gubernur Jendral Hindia Belanda menetapkan Baluran sebagai Suaka Margasatwa.

Setelah kemerdekaan, Baluran dikukuhkan kembali sebagai Sebagai Suaka Margasatwa oleh Mentri Pertanian dan Agraria R.I (1962).   Dan ketika memperingati hari Strategi Pelestarian Dunia (1980), Mentri Pertanian  meresmikan  Suakan Margasatwa Baluran menjadi Taman Nasional Baluran. Tahun 1997 oleh Mentri Kehutanan R.I, Taman Nasional Baluran diukur kembali dan luasnya 25.000 hektar.

Tahun 1999 kawasan Taman Nasional dibagi menjadi beberapa zona sebagi berikut : Zona Inti seluas 12.000 hektar, Zona Rimba 5.537 hektar ( terdiri dari perairan 1.063 hektar dan daratan 4.574 hektar), Zona Pemanfaatan intensif seluas 800 hektar,  Zona Pemanfaatan Khusus seluas 5.780 hektar, dan Zona Rehabilitasi 783 hektar.

Taman Nasional Baluran merupakan perwakilan ekosistem hutan yang spesifik kering, 40% dari luasnya merupakan hutan vegetasi savana. Selebihnya berpa hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegnungan bawah, hutan rawa dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun. 

Tidak kurang dari 444 jenis tumbuhan terdapat di kawasan ini. Tumbuhan  asli yang paling istimewa, dan khas (karena tahan terhadap  kondisi sangat kering) tercatat: widoro bukol  (Ziziphus rotundifolia), mimba ( Azadirachta indica), dan pilang ( Acacia leucophloea). Ketiga tumbuhan ini tetap hijau di kawasan savana sekalipun.

Beberapa tumbuhan lainnya seperti:  asam jawa ( Tamarindus indica), gadung ( Dioscorea hispida), kemiri ( Aleurites moluccana), gebang ( Corypha utan ), api-api ( Avicennia sp), Kendal ( Cordia oblique), manting ( Syzygium polyanthum), dan kepuh ( Sterculia foetida).

Hewan mamalia sedikitnya tercatat ada 26 jenis, antara lain: banteng ( Bos javanicus javanicus) , kerbau liar ( bubalus bubalis), ajag (Cuon alpinus javanicus), kijang ( Mutiacus muntjak muntjak), rusa ( Cervus timorensis russa), macan tutul ( Panthera pardus melas), kancil ( Tragulus javanicus pelandoc), dan kucing bakau ( Prionailurus viverrinus).

Di Taman Nasional Baluran terdapat kurang lebih 155 jenis burung, termasuk burung langka seperti : layang-layang api ( Hirundo rustica), Tuwuk asia ( Eudynamys  scoloipacea),  burung merak ( Pavo muticus), ayam hutan merah ( Gallus gallus),  kangkareng ( Anthracoceros convecus), rangkong ( Buceros rhinoceros), dan bangau tong-tong ( leptoptilos javanicus).

     Kawasan Taman Nasional Baluran  banyak tempat yang menarik untuk dikunjungi wisatawan.  Batangan, ada gua Jepang, makam putri Maulana  Malik Ibrahim, dan atraksi tarian burung merak saat kawin. Bekol dan Semiang, tempat mengamati berbagai binatang  yang hidup di kawasan ini.  Bama,Balanan, dan Bilik adalah pantai yang banyak digunakan untuk snorking, memancing disamping tempat  mengamati berbagai hewan liar.

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT