Pondok Pesantren Ar Rhaudha Seluma

Jl. Merdeka Tais No. 85

-

TINGKATKAN EFIKASI ANAK DIDIK

Jum'at, 25 Nopember 2016 ~ Oleh operator1 ~ Dilihat 464 Kali

Efikasi diri merupakan keyakinan diri dari seseorang, bahwa ia dapat menguasai sebuah situasi dan memberikan hasil yang menguntungkan ( Bandura dalam Sentrok, 2012). Ketika seseorang merasa yakin “saya bisa” itu artinya ia memiliki efikasi diri. Efikasi diri berpengaruh pada berhasil tidaknya prestasi seseorang.

Dalam keseharian, kita mungkin sering menemukan siswa yang merasa tidak pecaya diri. Terlihat lebih banyak diam, merasa malu, dan merasa tidak mampu. Maju berbicara atau mengemukakan pendapat di depan teman-temannya, karena takut disalahkan. Ketika ditanya oleh guru,  ia sering gugup seperti ketakutan. Kondisi yang demikian pertanda siswa memiliki efikasi diri yang rendah.

Efikasi diri merupakan keyakinan diri seseorang, bahwa ia dapat menguasai situasi dan memberikan hasil yang menguntungkan ( Badura dalam Santrok, 2012). Ketika seseorang merasa yakin “saya bisa”,  itu artinya ia memiliki efikasi diri berpengaruh kepada berhasil tidaknya prestasi seseorang.

Tentunya, akan sangat berbeda jika seorang siswa yang memiliki efikasi diri tinggi dan siswa yang memiliki efikasi diri rendah. Siswa yang memiliki efekasi tinggi lebih cenderung akan memiliki motivasi belajar yang tinggi, ia menyukai tugas-tugas pelajaran yang diberikan di sekolah. Bahkan ia juga senang terhadap tugas-tugas yang menantang. Ia mungkin tidak sabar untuk segera menyelesaikan tugas-tugas tersebut. Hal itu karena ia memiliki keyakinan terhadap kemampuan dirinya.

Berbeda halnya dengan siswa yang memiliki efikasi diri rendah. Ia akan menjadi lambat dalam menyelesaikan tugas-tugas sekolahnya.  Hal ini karena ia tidak memiliki motrivasi untuk mengerjakannya.  Ia cenderung memiliki harapan rendah (helplessness). Ia merasa “saya tidak bisa”. Ini berakibat ia akan menghindari tugas-tugas sekolahnya tersebut.

Beberapa penelitian menyajikan hasil tentang efikasi diri, di antaranya penelitian yang dilakukan oleh Widiyanto (2013) memberikan hasil bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara efikasi diri terhadap kemandirian belajar dan motivasi berprestasi. Selain  itu hasil yang sama menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara efikasi diri dengan  prestasi belajar murid kelas IV di beberapa SD di Bantul, Yogyakarta.

Lantas, bagaimana peran kita sebagai seorang pendidik membantu siswanya menemukan efikasi diri? Penulis menyarankan langkah pertama yang harus dilakukan guru adalah mengetahui adanya keterkaitan antara efikasi guru dan efikasi siswanya. Guru yang memiliki keyakinan tentang kemampuan siswa-siswanya untuk berhasil sangat berpengaruh terhadap keberhasilan belajar siswanya. Solusi berikutnya yaitu dengan cara memberikan pemahaman kepada anak didiknya melalui empat pembentukan efikasi diri, yaitu pertama, pengalaman keberhasilan (mastery experience) merupakan kondisi seseorang terhadap keberhasilan maupun kegagalannya di masa lampau.  Pengalaman keberhasilan akan meningkatkan efekasi diri, begitu pun pengalaman kegagalan akan membuat efikasi diri menurun. Melalui pengalaman keberhasilan ini diharapkan kegagalan yang sudah dialami menjadi pelajaran.  Dampak-dampak negatif dari kegagalan seyoganya dapat dikurangi, bahkan kegagalan tersebut dapat diatasi dengan usaha-usaha tertentu. Pada akhirnya ia sendiri akan mengatakan, seberat apa pun hambatan yang di alami mampu diatasi dengan   usaha yang terus menerus.

Kedua, pengalaman orang lain ( vicarious experience), merupakan sebuah kondisi di mana seseorang akan melihat keberhasilan atau kegagalan yang terdapat pada orang lain.  Orang lain yang dimaksud yaitu orang yang memiliki kemampuan sebanding dengan dirinya.”Orang lain bisa, berarti saya juga pasti bisa.”

Tiga, persuasi verbal ( verbal persuasion), yaitu tindakan berupa nasihat/motivasi, saran atau bimbingan yang diharapkan dapat membantu seseorang untuk meningkatkan efikasi dirinya.

Empat, kondisi fisiologis ( physiological state), di mana seseorang lebih sukses memunculkan efikasi diri ketika ia memiliki kondisi psikis yang sehat.  Kondisi psikis kurang sehat seperti mengalami ketegangan sudah dipastikan akan menghasilakan ketidak mampuan melakukan  tugas individu.

Oleh karena itu, untuk memunculkan efikasi diri bagi siswanya, guru seyogianya mampu memanfaatkan empat informasi tentang pembentukan efikasi diri. Ketika efikasi diri muncul, maka motivasi juga tumbuh, sehingga prestasi pun menghampiri.

 

(Eneng Ros Siti Saroh)

SELAMAT HARI GURU NASIONAL !

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT