Pondok Pesantren Ar Rhaudha Seluma

Jl. Merdeka Tais No. 85

-

TAMAN NASIONAL (SUMATRA)

Jum'at, 24 Februari 2017 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 449 Kali

Taman Nasional Siberut

Taman Nasional Siberut (TNS) terletak di lepas pantai Sumatra Barat yang dipisahkan oleh selat Mentawai, berjarak 155 km dari kota Padang.  Luas  Taman Nasional Siberut 190.500 hektar.  Sebagian besar kawasan ini terdiri dari hutan primer Dipterocar paceae, hutan primer campuran, rawa, hutan pantai dan hutan mangrove.

Hutan tropis yang menyelimuti hampir 65% dari pulau ini merupakan istana bagi flora dan fauna.  Koleksi botani pernah ditulis oleh ahli biologi ,  tahun 1929 oleh Ridley. Ia memaparkan, sedikitnya ada 33 speseies batu  dari tumbuhan. Tahun 1995   LIPI berhasil mencatat ada sekitar 846 speseis, 390 genus dan 131 famili dari  kelompok pohon, semak belukar, herba, dan ephil. Terindekasi juga 18 jenis speseies pakis dan 5 speseis lumut dan jamur.

Di pulau ini juga terdapat rotan dan anggrek alam. Ada 25 jenis termasuk dalam 13 marga yang terdiri dari anggrek epifit dan 3 jenis anggrek tanah. Yang paling menonjol adalah aggrek bulan putih  berdaun tebal dan berbunga 3-4 bulan dengan jumlah kuntum 7-15 dalam satu trangkai.

 Taman Nasional Siberut  mempunyai keistimewaan tersendiri. Di sini terdapat empat jenis  satwa primata endimik yang hanya ada di pulau ini. Keempat primata siberut itu adalah:  bokkoi ( Mucaca pagensis), lutung mentawai/ joja ( Presbytis potenziani sberu), bilou (Hylobates klosii), dan simakobu (Nasalis concolor siberu).

Bilou atau semacam siamang kecil  adalah jenis primata yang sangat terkenal di Mentawai. Secara anatomis termasuk ungko tertua yang masih hidup yang memiliki bulu jarang dengan warna hitam gelap dan memiliki selaput antara jari ke dua dan ke tiga.  Pekiknya paling sederhana, lebih panjang, dan bervariasi. Bilou hidup berkelompok yang terdiri dari induk jantan dan betina beserta anak-anaknya. Hewan yang satu ini ternasuk monogami dengan satu keluarga rata-rata tiga sampai empat individu, sedangakan jumlah anggota dalam satu kelompok dapat mencapai 11 individu.

Selain itu terdapat juga hewan lainnya seperti bajing endemik, 17 satwa mamalia, dan 1.330 jenis burung dimana 4 jenis diantaranya termasuk burung endemik pulau Siberut.

Pulau Siberut dihuni oleh suku Mentawai. Budaya suku ini sangat menarik banyak orang. Alamnya sendiri sangat memikat . Banyak hal yang bisa dilakukan di sini seperti menjelajah hutan, menelusuri sungai, mandi di air trejun, wisata bahari mengamati satwa dan berbagai tanaman yang tumbuhan di kawasan Taman Nasional Siberut.

Oleh UNESCO pulau Siberut telah dinyatakan sebagai salah satu cagar Biosfir dalam program Man and the Biosphere (MAB)

  

    Taman Nasional Siberut

Taman Nasional Siberut (TNS) terletak di lepas pantai Sumatra Barat yang dipisahkan oleh selat Mentawai, berjarak 155 km dari kota Padang.  Luas  Taman Nasional Siberut 190.500 hektar.  Sebagian besar kawasan ini terdiri dari hutan primer Dipterocar paceae, hutan primer campuran, rawa, hutan pantai dan hutan mangrove.

Hutan tropis yang menyelimuti hampir 65% dari pulau ini merupakan istana bagi flora dan fauna.  Koleksi botani pernah ditulis oleh ahli biologi ,  tahun 1929 oleh Ridley. Ia memaparkan, sedikitnya ada 33 speseies batu  dari tumbuhan. Tahun 1995   LIPI berhasil mencatat ada sekitar 846 speseis, 390 genus dan 131 famili dari  kelompok pohon, semak belukar, herba, dan ephil. Terindekasi juga 18 jenis speseies pakis dan 5 speseis lumut dan jamur.

Di pulau ini juga terdapat rotan dan anggrek alam. Ada 25 jenis termasuk dalam 13 marga yang terdiri dari anggrek epifit dan 3 jenis anggrek tanah. Yang paling menonjol adalah aggrek bulan putih  berdaun tebal dan berbunga 3-4 bulan dengan jumlah kuntum 7-15 dalam satu trangkai.

 Taman Nasional Siberut  mempunyai keistimewaan tersendiri. Di sini terdapat empat jenis  satwa primata endimik yang hanya ada di pulau ini. Keempat primata siberut itu adalah:  bokkoi ( Mucaca pagensis), lutung mentawai/ joja ( Presbytis potenziani sberu), bilou (Hylobates klosii), dan simakobu (Nasalis concolor siberu).

Bilou atau semacam siamang kecil  adalah jenis primata yang sangat terkenal di Mentawai. Secara anatomis termasuk ungko tertua yang masih hidup yang memiliki bulu jarang dengan warna hitam gelap dan memiliki selaput antara jari ke dua dan ke tiga.  Pekiknya paling sederhana, lebih panjang, dan bervariasi. Bilou hidup berkelompok yang terdiri dari induk jantan dan betina beserta anak-anaknya. Hewan yang satu ini ternasuk monogami dengan satu keluarga rata-rata tiga sampai empat individu, sedangakan jumlah anggota dalam satu kelompok dapat mencapai 11 individu.

Selain itu terdapat juga hewan lainnya seperti bajing endemik, 17 satwa mamalia, dan 1.330 jenis burung dimana 4 jenis diantaranya termasuk burung endemik pulau Siberut.

Pulau Siberut dihuni oleh suku Mentawai. Budaya suku ini sangat menarik banyak orang. Alamnya sendiri sangat memikat . Banyak hal yang bisa dilakukan di sini seperti menjelajah hutan, menelusuri sungai, mandi di air trejun, wisata bahari mengamati satwa dan berbagai tanaman yang tumbuhan di kawasan Taman Nasional Siberut.

Oleh UNESCO pulau Siberut telah dinyatakan sebagai salah satu cagar Biosfir dalam program Man and the Biosphere (MAB)

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT