Pondok Pesantren Ar Rhaudha Seluma

Jl. Merdeka Tais No. 85

-

Mengenal Taman Nasional (Sumatra)

Sabtu, 21 Januari 2017 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 482 Kali

Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) terletak di Sumetra Utara, tepatnya di Kabupaten Mandailing Natal.  Taman Nasional ini berasal dari nama sebuah sungai yang mengalir dan membelah Kabupaten Madina, yaitu sungai Batang Gadis.          

            Taman Nasional Batang Gadis memiliki luas lebih dari 100 hektar dan berada pada ketinggian 300 sampai 2.145 meter di atas permukaan laut, dengan puncak tertinggiberada di puncak Gunung Sorik Merapi.

Penetapan Taman Nasional Batang Gadis sebagai Taman Nasional berdasarkan  Surat Keputusan Mentri Kehutanan No. 126 /Menhut II/ 2004, terdiri dari Kawasan Hutan Lindung, Hutan Produksi Terbatas, dan Hutan Produksi tetap.

            Pembentukan TNBG sebagai Taman Nasional, tidak terlepas dari kepedulian masyarakat dan Lembaga Swadaya Masyarakat seperti  antara lain : BITRA Indonesia, Wahana Lingkungan ( WALHI) Sumut,  PUSAKA Indonesia, Yayasan Leseur Lestari, Yayasan Samudra, Concervation International Indonesia (CII), dan tokoh adat setempat.

            Kesadaran terhadap kerusakan lingkungan ini sudah sangat dirasakan.  Usaha melestarikan alam dengan menetapkan TNBG sebagiai Taman Nasional paling tidak menyadarkan orang  betapa pentingnya menyelamatkan lingkungan, termasuk menyelamatkan flora dan faunanya.

            Beberapa sebab rusaknya hutan, antara lain dikarenakan  ladang berpindah, yang kadang disebut dengan istilah slash and burn (tebas dan bakar).  Petani menebang hutan, membakarnya  dan meninggalkan abu sebagi unsur hara, kemudian bercocok tanam hanya beberapa kali hingga tanah tidak lagi subur. Kemudian petani pindah dan melakukan hal yang sama sehingga luas hutan makin hari makin sempit.

Dengan pertambahan penduduk setiap tahun, keadaan ini makin bertambah parah dan sulit sekali dicegah, karena setiap orang memerlukan lahan baru.

            Kerusakan hutan dapat juga terjadi disebabkan oleh permintaan negara-negara maju terhadap hasil pertanian berharga murah seperti kayu, kelapa sawit, karet, coklat . Kondisi ini  setiap tahun mendorong orang membakar hutan untuk membuat pekebunan yang dimaksud. Akibatnya pembakaran hutan terjadi hampir setiap tahun dan nyaris tidak terkendali.

            Adanya Taman Nasional Batang Gadis diharapkan adanya kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai kearifan lokal dalam meneglola hutan yang selama ini dipertahankan dalam bentuk kearifan msyarakat seperti : lubuk larangan, hutan larangan, keramat noborgo-borgo, hutan larangan dan lain sebagainya.

            TNBG telah berfungsi sebagai Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Gadis yang mencakup seluas 386.455 hektar. Keberadaan Taman Nasinal ini menjaga kwalitas dan kelancaran posokan air untuk air minum dan pengairan pesawahan dan perkebunan di puluhan desa  disekitarnya.

 Dengan terjaganya hutan di TNBG secara lestari telah membawa pengaruh kepada fungsi keaneragaman hayati,  fungsi ekologis, fungsi ekonomi masyarakat seperti pertanian dan perikanan, bahkan menarik para wisatawan.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh berbagai pihak, tidak diragukan lagi TNBG  memiliki keanekaragaman hayati baik flora maupun faunanya.  Dalam penelitian untuk 200 meter persegi, terdapat 242 jenis tumbuhan  vascular ( tumbuhan berpembuluh). Selain itu terdapat pula bunga langka, bunga Rafflesia jenis baru,dan masih banyak jenis tumbuhan yang belum tersentuh penelitian.

Di kawasan TNBG juga kaya dengan berbagai satwa langka dan dilindungi seperti :  harimau sumatra ( Penthere tigris),  kkambing hutan ( Naemorhedus sumatrensis), tapir ( Tapirus indicus), kucing hutan ( Catopuma temminckii), kancil ( Tragulus Javanicus), binturong ( Arctitis binturong), beruang madu ( Helarctos malayanus), rusa ( Cervus unicolor),  kijang ( Mantiacus muntjac), dan landak ( Hystix brachyuran). Selain itu terdapat juga hewan amfibi tak berkaki ( Ichtyopis glutinosa) mirip hewan purba, dan katak bertanduk tiga (Megophyris nasuta) sebagai hewan indermik daerah ini.

Selain hewan mamalia, berbagi jenis burung juga terdapat di kawasan  TNBG. Berdasarkan penelitian sedikitnya terdapat 242 jenis burung, termasuk 45 jenis burung yang dilindungi dan yang hampir punah.  Tempat ini juga merupakan tempat singgah burung-burung migran yang datang dari belahan bumi utara.

Burung langka dan endemik Sumatera adalah Lophura inormata(salvador pheasant),  dan Pitta Schneiderii ( Schneider`s pitta) sudah menghilang sejak lama dan tidak muncul lagi dalam daftar.   Saat ini kedua burung itu hadir kembali di TNBG. Begitu jugga jenis burung  Buceros rhinoceros dan burung jenis  Rhinoplax vigil, burung pemakan buah ini setelah hamper seabad hilang akhirnya hadir kembali di TNBG. Burung – burung pemakan buah sangat pentng untuk penyebar biji tetumbuhan.

Hal lain yang menarik pula dari TNBG adalah pengumpulan 1500 jenis mikroba terdiri dari bakteri dan kapang yang kemudian disimpan dalam koleksi kultur mikroba Pulit Bioteknologi LIPI.  Mikroba ini sangat penting sebagai sumber obat-obatan , bio-fungisida,  bio-insektisida,  serta pupuk bio untuk pertanian dan penghasil berbagai hormon dan enzim yang dibutuhkan banyak industri.

 

            Dengan adanya TNBG  telah membuat daerah ini berkembang  menjadi objek wisata yang menarik seperti yang berkembang di Kabupaten Madina dan desa-desa di sekelilingnya. Sadarilah TNBG adalah milik kita bersama, milik generasi sesudah kita. Mari kita jaga kelestariannya.    

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT