MUKJIZAT PARA RASUL III : Nabi Isa dan Nabi Muhammad saw.

MUKJIZAT PARA RASUL III : Nabi Isa dan Nabi Muhammad saw.

NABI ISA

Dan sebagai Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka), "Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah sebagai bentuk burung kemudian aku meniupnya maka ia akan menjadi seekor burung dengan seizin Allah, dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak, dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah, dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman. Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu. Karena itu, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku." (Q.S. 3: 49-50)

 

Isa Almasih dilahirkan sebagai seorang utusan Allah. Kelahirannya pun terjadi karena mukjizat Allah. Maryam, ibu kandung Isa, adalah seorang perawan suci. Ia melahirkan bayi tanpa pernah melakukan hubungan dengan lawan jenisnya. Allah menghendaki Isa mengajak kaum Bani Israil kembali ke jalan yang benar, sesuai ajaran yang telah dibawakan oleh Nabi Musa. Sejak para nabi sebelum Isa wafat, mereka telah mengingkari ajaran Allah. Mereka telah melakukan kejahatan dan kemaksiatan. Ajaran dari Nabi Musa pun diubah semaunya. Keingkaran mereka mencapai puncaknya ketika mereka membunuh Nabi Zakaria dan Nabi Yahya, dua nabi sebelum Isa. Di tengah masyarakat seperti itulah, Isa harus menjalankan tugas kenabiannya.

Dalam menjalankan tugas kenabiannya, Allah mengaruniakan beberapa mukjizat untuk Isa. Sejak lahir, Isa bisa berbicara, menjelaskan siapa dirinya kepada Bani Israil yang mencemoohkan ibunya. Pada usia 30 tahun, Allah mengaruniakan Isa mukjizat terbesar, yakni Kitab Injil yang berkilau-kilau laksana cermin. Kitab itu diberikan kepada Isa melalui Malaikat Jibril, dengan didampingi beratus malaikat lainnya. Sejak itulah, Isa resmi menjadi nabi dan rasul. Dengan seizin Allah, Nabi Isa bisa memperlihatkan mukjizatnya kepada Bani Israil yang tidak mempercayai kenabiannya. Ia bisa menciptakan segumpal tanah menjadi seekor burung, menyembuhkan orang yang buta sejak kelahirannya, menghidupkan orang mati dengan cara memanggil dan mengusapnya, serta mengetahui benda-benda yang disimpan di rumah kaumnya.

 

NABI MUHAMMAD SAW.

Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda dari tanda-tanda (kebesaran) Kami, sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Q.S. 17: 1)

 

Nabi Muhammad saw. dipilih Allah sebagai rasul terakhir. Kamu mungkin bertanya-tanya kenapa Nabi Muhammad begitu dimuliakan? Ketahuilah, tak satu pun dari kalangan Muslim maupun nonmuslim yang bisa menandingi Nabi Muhammad. Allah memerintahkan kepada semua Muslim untuk mencontoh keutamaannya, tanpa melupakan petunjuk dan pengorbanannya dalam menyampaikan risalah Allah. Dialah rasul yang paling gigih dalam perjuangan, paling tinggi kesabarannya, dan paling besar pengorbanannya. Karenanya, Allah mengistimewakan pujian dan kemuliaan terhadap diri Nabi Muhammad. Itulah sebabnya, jika kita melakukan sembahyang, kita diwajibkan membaca salam dan shalawat bagi Nabi Muhammad.  Pernahkah pula terpikir olehmu kenapa Al-Qur'an diturunkan di Mekah? Sebab seburuk-buruknya moral manusia pada masa jahiliyah adalah Kaum Quraisy di Mekah. 

Ketika itu, Nabi Muhammad menempuh perjalanan di malam hari dengan  menumpang Buraq ditemani Malaikat Jibril. Di puncak Gunung Sinai, buraq berhenti sebentar. Di tempat itulah Nabi Musa pernah bercakap-cakap dengan Allah. Perjalanan diteruskan dan berhenti sejenak di Bethlehem, tempat Nabi Isa dilahirkan. Dari sana, buraq membawanya ke Baitul Maqdis di Yerusalem. Subhanallah, perjalanan yang demikian jauh itu hanya ditempuh dalam hitungan jam! Di Rumah Suci yang dibangun Nabi Sulaiman inilah, Nabi Muhammad melakukan sembahyang bersama Nabi Ibrahim, Musa, dan Isa.

Seusai bersembahyang, Nabi Muhammad menaiki tangga yang dipancangkan di batu Yacub. Dengan tangga itu, Nabi Muhammad naik ke langit. Setiap lapisan langit dijaga oleh malaikat. Pada lapisan langit yang pertama, Nabi Muhammad bertemu dengan Nabi Adam. Pada lapisan langit keenam, Nabi Muhammad bertemu dengan Nabi Nuh, Nabi Harun, Nabi Musa, Nabi Ibrahim, Nabi Daud, Nabi Sulaiman, Nabi Idris, Nabi Yahya, dan Nabi Isa.

Nabi Muhammad sampai ke lapisan langit ketujuh. Kemudian, Ia membumbung lagi sampai ke Sidratal Muntaha. Dari sana, Nabi Muhammad membumbung lagi ke tempat Yang Mahatinggi. Ia bertemu dengan Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Dalam pertemuan inilah Allah memerintahkan agar umat-Nya melakukan sembahyang sehari lima waktu. Apa lagi yang dilakukan Nabi Muhammad di sana? Setelah pertemuan itu, Nabi Muhammad diberi kesempatan untuk melihat surga. Ia menjadi saksi di tempat indah seperti apakah kaum Muslim yang beriman akan ditempatkan Allah. Subhanallah, dapatkah kamu membayangkan keagungan peristiwa itu? Tak ada rasul lain yang dimuliakan Allah dengan perjalanan gaib itu, apalagi kita, manusia biasa yang sangat akrab dengan perbuatan dosa.  Mukjizat lainnya adalah Nabi Muhammad dapat memancarkan air dari jari-jarinya, mengenyangkan perut kaumnya dengan makanan yang hanya sedikit, serta dapat menceritakan peristiwa yang akan datang.[Sumber Mukjizat Para Rasul: Rosda}

 



Komentar Facebook