MUKJIZAT PARA RASUL I : Nabi Adam, Nabi Nuh, Nabi Shaleh, Nabi Ibrahim, dan Nabi Yusuf

MUKJIZAT PARA RASUL I : Nabi Adam, Nabi Nuh, Nabi Shaleh, Nabi Ibrahim, dan Nabi Yusuf

Dan orang-orang kafir Mekah berkata, "Mengapa tidak diturunkan kepadanya mukjizat-mukjizat dari Tuhannya?" Katakanlah, "Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu terserah kepada Allah. Dan sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan yang nyata." Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwa Kami telah menurunkan kepadamu Alkitab (Al-Qur'an), sedangkan dia itu dibacakan kepada mereka? Sesungguhnya, dalam Al-Qur'an itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman. (Q.S. 29: 50-51)

 

Allah memberi mukjizat kepada rasul-Nya untuk membuktikan kebenaran rasul-Nya kepada umat manusia, juga untuk menolong para rasul yang membutuhkan pertolongan. Mukjizat ini menjadi bukti betapa Allah Mahakuasa dan Maha Berkehendak terhadap makhluk-Nya. Hal-hal yang tidak mungkin, menjadi mungkin atas kehendak-Nya.

Mukjizat yang diberikan Allah kepada para rasul tidaklah sama. Allah memberikan mukjizat itu sesuai dengan perkembangan daya pikir manusia. Jika kamu amati, mukjizat para rasul sebelum Muhammad, merupakan hal-hal yang ajaib. Sebab, cara berpikir umat di kala itu belum mampu menerima pemikiran yang masuk akal. Terlebih pada masa itu, segala sesuatu selalu dikaitkan dengan sihir.

Bandingkanlah dengan masa Rasulullah saw., Allah menurunkan Al-Qur'an sebagai mukjizat terbesar kepada Nabi Muhammad. Saat itu pemikiran manusia mulai berkembang. Hal itu ditandai dengan munculnya para sastrawan dan orator ulung. Mereka berlomba-lomba membuat syair dan pidato yang indah. Namun, bagaimana pun hebatnya kemampuan mereka, tak satu pun sastrawan Arab yang mampu menandingi keindahan bahasa Al-Qur'an. Karena perkembangan daya pikir itu pula, kaum jahiliyah mampu membandingkan kebenaran dari ajaran nenek moyang mereka dengan ajaran yang dibawakan Rasulullah. Atas dasar itu, mereka beriman kepada Allah dan rasul-Nya.

Kamu tentu pernah membaca riwayat para nabi dan peristiwa-peristiwa besar yang dialaminya. Dalam Al-Qur'an, tidak semua nabi dijelaskan memiliki mukjizat. Namun, ada beberapa nabi yang terkenal dengan mukjizatnya. Masih ingatkah kamu, nabi siapa dan mukjizat apa saja yang mereka miliki?

 

NABI ADAM DAN NABI NUH

Mukjizat yang diberikan Allah kepada Nabi Adam a.s. dan Nabi Nuh a.s. terletak pada diri mereka sendiri, yaitu berumur panjang. Walaupun hidup sampai ratusan bahkan ribuan tahun, mereka dikaruniai tubuh yang kuat dan sehat. Bayangkan, dalam usia setua itu, tak satu pun gigi mereka yang tanggal. Kerangka yang menyanggah tubuh mereka pun tetap kokoh. Ingatan mereka tetap kuat.

Pernahkah kamu pikirkan kenapa Allah memberikan usia yang panjang kepada Nabi Adam dan Nabi Nuh? Besar kemungkinan, Allah memberikan usia yang panjang kepada kedua nabi tersebut berkaitan dengan tugas yang mereka emban di dunia. 

Nabi Adam adalah nabi pertama yang ditugaskan untuk menyampaikan risalah Allah. Bersama istrinya, Hawa, ia diturunkan ke bumi dalam keadaan yang serba terbatas. Di bumi pula lahir anak-cucu Adam yang senantiasa digoda oleh iblis untuk berbuat dosa. Pada masa Adam ini pula, terjadi pembunuhan pertama di dunia yang dilakukan oleh keturunan Adam, yaitu dibunuhnya Habil oleh Qabil karena pengaruh iblis.  

Adapun Nabi Nuh hidup di tengah kaumnya,  Kaum Ad, yang sangat rusak. Kaum Ad menyekutukan Allah. Mereka menyembah patung-patung sebagai tuhan. Pemujaan terhadap patung pada masa Nabi Nuh merupakan pemujaan berhala pertama di dunia. Patung-patung itu pun merupakan patung pertama di dunia.

Nabi Nuh adalah manusia pertama yang dikaruniai ilmu untuk membuat perahu. Perahu ini pun merupakan perahu pertama di dunia. Dari bahan apakah perahu pada zaman itu dibuat? Dijelaskan dalam Al-Qur'an bahwa perahu itu dibuat dari papan dan paku. Bentuknya mungkin sama dengan perahu-perahu nelayan sederhana, seperti di negeri kita. Dengan perahu itu, pengikut Nabi Nuh beserta hewan-hewan yang dikumpulkan secara berpasangan bisa terselamatkan, tatkala Allah menurunkan azab-Nya kepada Kaum Ad yang tidak beriman. Tinggallah Kaum Ad mati tenggelam, disapu banjir yang maha dahsyat.

Selama 500 tahun Nabi Nuh menjalankan tugas kenabiannya, hanya 80 orang yang mau mengikuti ajarannya.

Tempat terjadinya banjir pada masa Nabi Nuh memang masih misterius. Namun, pada 1920, seorang ahli sejarah bernama Leonard yang memimpin delegasi utusan Muslim Inggris dan Universitas Pensilvania, Amerika, menemukan sebuah tempat di Irak yang dipenuhi fosil, arca, dan benda-benda pada zaman batu. Tempat itu terletak di kawasan Arruabi, kira-kira empat mil dari Kota Eur, tepatnya di Tel Aviv. Hasil penelitian menunjukkan, temuan itu pernah terendam banjir besar dan terpendam dalam tanah sejak zaman batu.

Banjir diperkirakan mencapai ketinggian 25 kaki–menurut Kitab Taurat, banjir pada masa Nabi Nuh diperkirakan mencapai ketinggian 26 kaki–yang meliputi daerah pertengahan antara Sungai Efrat dan Tigris. Leonard memperkirakan, banjir itu telah menenggelamkan daerah permukiman yang terletak di antara padang pasir dan pegunungan. Di bagian lembah, terdapat sisa-sisa bangunan yang menunjukkan bahwa kota itu merupakan ibu kota pada masanya. Setelah terjadinya banjir, penduduk lembah itu menuliskan peristiwa itu dalam 12 batu tulis. Disebutkan bahwa seluruh penduduk daerah itu tenggelam, kecuali seorang laki-laki suci (Nuh) dan pengikutnya. Mereka membuat perahu dan menaikinya pada saat banjir terjadi sehingga selamat dari dahsyatnya banjir.

 

NABI SHALEH

Mereka berkata, "Sesungguhnya kamu adalah seorang dari orang-orang yang kena sihir. Kamu tidak lain melainkan seorang manusia seperti kami, maka datangkanlah sesuatu mukjizat, jika kamu memang termasuk orang-orang yang benar.". Shaleh menjawab, "Ini seekor unta betina, ia mempunyai giliran untuk mendapatkan air, dan kamu mempunyai giliran pula untuk mendapatkan air di hari yang tertentu. Dan janganlah kamu sentuh unta betina itu dengan suatu kejahatan yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar." (Q.S. 26: 153-156)

 

Mukjizat yang diberikan Allah kepada Nabi Shaleh berupa seekor unta betina yang indah luar biasa. Nabi Shaleh berasal dari Kaum Tsamud, kaum yang melakukan penyembahan terhadap berhala. Mereka meragukan kenabian Nabi Shaleh dan memintanya memperlihatkan mukjizat. Atas kehendak Allah, Nabi Shaleh mendapatkan seekor unta dari dalam tanah. Tubuhnya gemuk dan sehat. Unta itu memberikan manfaat yang besar bagi Kaum Tsamud. Ia memiliki air susu yang tidak habis-habisnya. Sayang, unta itu dibunuh oleh para pemuda, utusan dari para pemuka Kaum Tsamud. Bahkan, mereka pun bermaksud membunuh Nabi Shaleh. 

Namun, Allah memberikan azab-Nya dengan menurunkan hujan batu kepada mereka yang menginginkan kematian Nabi Shaleh. Orang-orang jahat itu pun mati seketika. Adapun Kaum Tsamud lainnya, tak luput dari balasan Allah. Setelah Nabi Shaleh dan pengikutnya mengungsi dari Alhijr menuju Palestina, kaum durhaka itu mati hangus tersambar petir.

Para ahli sejarah memperkirakan tempat tinggal Kaum Tsamud terletak di lembah Al-Qura. Kemungkinan, Al-Hajr adalah perkampungan mereka. Sebab, di sana terdapat sumur yang dinamakan Sumur Tsamud. Nabi Muhammad saw. pernah mendatangi sumur itu pada waktu PerangTabuk.

 

NABI IBRAHIM

Kami berfirman: "Hai api, menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatan bagi Ibrahim." (Q.S. 21: 69)

 

Kalau kamu pernah membaca riwayat Nabi Ibrahim a.s.,kamu pasti masih ingat akan keberaniannya. Nabi Ibrahim berani mati asalkan ia bisa menghancurkan berhala Bangsa Babilonia. Pada masa itu, penduduk Babilonia mempunyai banyak tuhan. Setiap kota mempunyai satu "tuhan" yang memeliharanya. Daerah-daerah kecil dan perkampungan mempunyai "tuhan kecil" untuk disembah. Walau demikian, mereka menyerahkan diri kepada "tuhan" terbesar, yang diberi nama Marduk.

 

Karena "tuhan-tuhannya" dihancurkan Ibrahim, Bangsa Babilonia menjatuhkan hukuman yang tidak berperikemanusiaan, Ibrahim dibakar hidup-hidup. Namun, Allah Mahabesar menyelamatkan Nabi Ibrahim dengan memberikannya mukjizat sehingga api yang membakarnya menjadi dingin seketika. Hanya tali pengikat tangannya saja yang menjadi abu.

 

NABI YUSUF

Maka, tatkala mereka membawanya dan sepakat memasukkannya ke dasar sumur (lalu mereka memasukkan dia), dan (di waktu dia sudah dalam sumur) Kami wahyukan kepada Yusuf, "Sesungguhnya kamu akan menceritakan kepada mereka perbuatan mereka ini, sedang mereka tidak ingat lagi." Kemudian mereka datang kepada ayah mereka di sore hari sambil menangis. Mereka berkata, "Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala, dan kamu sekali-sekali tidak akan percaya kepada kami, sekalipun kami ini adalah orang-orang yang benar." Yaqub berkata, "Sebenarnya, dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu, maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan." (Q.S. 12: 15-18)

 

Siapakah nabi yang dikenal berparas paling tampan? Siapa lagi kalau bukan Nabi Yusuf a.s. Sewaktu kecil, Nabi Yusuf pernah dibuang ke dalam sumur Jub oleh saudara-saudaranya yang dengki kepadanya. Selama dua hari dua malam, Yusuf berada di sumur itu dalam keadaan kelaparan dan kedinginan. Hampir seluruh tubuhnya terendam air. Tak seorang pun menolongnya karena tempat itu memang jauh dari keramaian. Jarang sekali ada orang yang lewat ke sana. Karena mukjizat dari Allah, ia bisa bertahan hidup.

 

Mahabesar Allah berkenan menyelamatkannya. Pada hari ketiga, Yusuf terselamatkan oleh serombongan kafilah yang hendak mengambil air ke dalam sumur itu. Nabi Yusuf berhasil keluar dengan berpegangan pada ember yang diikat dengan tali oleh kafilah itu. Mukjizat Nabi Yusuf lainnya adalah ia bisa menafsirkan mimpi dengan tepat. Saat ia berada dalam penjara karena difitnah, ia menafsirkan mimpi Raja Mesir. Karena keahliannya itu, Nabi Yusuf dibebaskan dari segala tuduhan. Bahkan, ia diangkat menjadi raja muda. [sumber Mujizat Rasul:Rosda]



Komentar Facebook