Sejarah Rhaudha

 

Ar Rhaudha Seluma  24 Tahun.

  (21 Februari 1992- 21 Februari 2016)

Yayasan Rhaudha Seluma yang awalnya bernama “Yayasan Rhaudha”, didirikan di Bengkulu pada tanggal 21 Februari, 1992.

 Notaris  Zulkifli Wildan S.H, dalam akte pendirian No 6 tertanggal 21 Februari 1992, mencatat sejumlah nama sebagai Badan Pendiri seperti berikut : Tn. Tabrani, Tn Zamzami, Tn Arsyad Bisyahri, Tuan H. Djalaluddin, Tn Moh Idris, Tn. H. Moh Thohir, Tn Gustianto, dan Tn Bustami Syafri. Sampai saat ini ( Pebuari 2016), empat dari para pendiri ini, yaitu Tn.Arsyad Bisyahri, Tn. Djalaluddin, Tn. Moh Idris dan Tn Moh Thohir sudah tiada. Mereka sudah mendahului kita semua menghadap Sang Khalik. (Semoga segala jasa dan amalan beliau semua itu diterima oleh Allah SWT. Amin)

Di awal pendiriannya, Yayasan ar Rhudha hanya berencana menyediakan biasiswa bagi anak-anak yang kurang mampu untuk melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi. Pada mulanya ada 5 siswa yang diberi biasiswa meneruskan pelajaran ke SMP dan SMA di Jakarta dan Jawa Barat.  Ternyata, tidak semua berhasil. Hanya satu orang yang berhasil sampai perguruan tinggi. Tiga lainnya hanya mampu menyelesaikan studinya sampai tingkat SMA saja, dan satu bahkan drop out.  

Tahun-tahun berikutnya makin banyak peminat yang mendaftar meminta biasiswa, sementara dana dari yayasan sangat tidak memadai. Maka, timbullah ide untuk membuat pesantren di Tais (Seluma) agar lebih banyak yang dapat melanjutkan sekolah.  Program pesantren ini semula hanya dua tahun. Program pendek ini untuk memenuhi kebutuhan dari masjid-masjid di sekitar Tais yang saat itu kekurangan imam dan guru ngaji.

Berkat kesadaran dari tokoh masyarakat di Tais, antara lain Bp. Djahuri,  Bapak Burhan Abas, Ibu Dewi Husni,(semoga mereka semua diampuni segala dosanya), ditambah sumbangan dari pembelian tanah Alm Bakhtiar oleh Pak Bahron dan kawan-kawan, maka tersedialah tanah wakaf sekitar 4 hektar di Lubuk Kebur, Tais.  Di tempat itulah awal cikal bakal Pesatren Ar Rhaudha yang sekarang berkembang menjadi MTs dan MA.

Alhamdulillah, berkat kesungguhan dan keulatan para pengurus yayasan, guru-guru, pesantren yang tadinya dibangun dari rumah kayu dan gubuk, saat ini sudah berjejer berbagai bangunan yang representatif, terdiri berbagai ruang kelas MTs dan MA, ruang guru, ruang perpustakaan dan ruang komputer, bahkan sebuah masjid  sumbangan dari Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto yang sudah diresmikan pada tanggal 21 Maret 1998. Begitu juga tenaga pengajarnya banyak yang telah menjadi tanggungan negara.

Sejak berdiri sampai saat ini tak sedikit pesantren ini menerima bantuan dari berbagai pihak, baik perorangan (para donatur), maupun lembaga dan instansi pemerintah tingkat pusat, provinsi, dan daerah (Kabupaten). Bahkan ketika terjadi bencana gempa tahun 2000, sejumlah masyarakat Malaysia asal Bengkulu (PBM) mengadakan bazar di Kuala Lumpur. Hasil bazar serta sumbangan pribadi anggotanya dipersembahkan untuk perbaikan pesantren.

Sejak tahun 1999 perguruan ini sudah meluluskan tamatan MTs dan MA dan kemudian kedua sekolah  itu  mampu meluluskan ujian negara seratus porsen setiap tahunnya. Banyak dari tamatan MA  Ar Rhaudha ini dengan biaya sendiri, kemudian berupaya melanjutkan ke tingkat Universitas, bahkan beberapa telah pula menyelesaikan studi sampai tingkat S2. Alumnus dari perguruan ini di antaranya menjadi pegawai negeri, disamping tidak sedikit pula yang telah  mengabdikan dirinya sebagai guru di berbagai sekolah dan madrasah, selebihnya bertani dan wiraswasta.

Satu hal yang dirasakan oleh tamatan  sekolah di pesantren ini, yaitu kemampuan mereka tidak saja dalam Ilmu pengetahuan umum, tetapi tamatan Ar Rhaudha mempunyai kemampuan lain, yaitu mampu  baca Alquran, menjadi imam, muazin, mengajar ngaji, dakwa, sampai menjadi khatib. Di mana pun mereka berada, banyak manfaat untuk dirinya sendiri dan juga untuk orang lain. Tidak heran kalau di berbagai universitas, konon banyak alumnus yang menjadi ketua senat mahasiswa. Semuanya itu berkat kemampuan mereka berkomunikasi, berdakwa dan bergaul.   

Beberapa tahun kebelakang, tahun 2014 misalnya, para santriwati MA tampil di gelanggang lomba Olimpiade. Mereka adalah: Mecia Awarni, Kimia; Neni Nuraini, Ekonomi;  Nita Susanti, Matematika; Jupita Sari, Fisika; Meta Yuliza, Biologi, dan Popi, Geografi. Dari enam yang ikut lomba Tingkat Kabupaten, tiga orang lolos ke Tingkat Provinsi. Mereka adalah Mecia Awarni, Neni Naraini, dan Nita Susanti.  Dari tiga orang itu satu diantaranya lolos ke tingkat nasional. Dia adalah Mecia Awarni yang mengadu nasib lomba Olimpiade di Makasar.  Meskipun belum berhasil di tingkat nasional, prestasi ini  sungguh menggembirakan. Mudah-mudahan satu ketika nanti ada santri yang berhasil lomba olimpiade ke tingkat internasional. 

Sebelum itu, bulan November, tahun 2012 Bapak A. Rahim, Kepala Sekolah Madrasah Aliyah (MA)  Ar Rhaudha Seluma, berhasil lolos menjadi 5 Kepala Sekolah terbaik setelah menyisihkan 25 rekan-rekannya dari 25 provinsi lainnya.  Lomba tingkat Nasional yang dimaksud,  diselenggarakan oleh Departemen Agama RI, dan  akhirnya beliau berhasil menduduki peringkat ke-4 tingkat Nasional. Semoga prestasi seperti ini bisa ditingkatkan lagi masa yang akan datang.                               

Selain MTs dan MA, Yayasan Ar Rhaudha juga mempunyai Sekolah Taman Kanak-kanak Islam dan Paud Islam di Tais. Sekolah ini diresmikan pada 30 Maret tahun 1999 oleh Ibu Bupati Bengkulu Selatan, Ibu Iskanda Dayok (waktu itu Seluma masih tergabung dengan Kabupaten Bengkulu Selatan). Taman kanak-kanak ini berdiri di atas nanah wakaf Bapak H. Nurdin Djaar seluas 1.000 meter.

Bangunan pertama semula didapat dari sumbangan masyarakat sebesar 30 juta dan beberapa tahun lalu diperluas dengan biaya sebesar 80 juta rupiah dari sumbangan pemerintah daerah bersama masyarakat. Dan hal yang paling menggembirakan murid pertama dari TK Islam ini sudah banyak yang sudah tamat S1, bahkan salah satu di antaranya, Shindy Yudha Utami, sudah menyelesaikan studi dokter di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Kini Sekolah ini sudah dilengkapi dengan perpustakaan dan unit marching band dengan tenaga pengasuh lebih dari lima orang.                                                                         

Sejak mulai berdiri (1992), sampai saat ini  yayasan Ar Rhaudha sudah berkali-kali berganti pengurus, Baik Badan Pendiri maupun Pengurus Harian. Dengan meninggalnya sejumlah anggota Badan Pendiri pertama, para tahun 2006-2010, atas dasar musyawarah para pengurus, terbentuklah Badan Pendiri ke II terdiri dari: Zamzami, Tabrani, Bustami Syafri, Rosnaini Abidin, Sukmar Nery, Gustianto, dan Bahron Rismajaya. Begitu juga Badan Pengurus, pernah di percayakan kepada Gustianto dan Arsyad (almarhum) dengan dibantu oleh antara lain: Erlanda, Halawani Warni dan Fauzan. Setelah itu Pengurus Harian berganti dengan pimpinan Muchlis Thohir dibantu oleh antara lain: Alpajri,, Azhari Hasnul, Hazaiin, Tery dan David Aritonang.

Sehubungan dengan adanya udang-undang tentang Badan Hukum Yayasan yang baru, maka akte pendirian yang semula dibuat di Bengkulu oleh Notaris Zulkifly Wildan, S.H. tertanggal 21 Februari 1992 dinyatakan tidak berlaku. Untuk itu sejumlah pengurus Yayasan pada tanggal 6 Januari 2014 menghadap Notaris Is Haryani, S.H. di Bengkulu.  Di dalam akte yang baru, Yayasan Ar Rhaudha berganti nama menjadi Yayasan Rhaudha Seluma, berkedudukan di Tais, Kabupaten Seluma, Provensi Bengkulu. Ada banyak nama yayasan Raudha di Indonesia. Untuk membedakannya Yayasan Ar Rhaudha Seluma ditulis……….” Ar R h a u d h a S e l u m a.”

Berdasarkan bunyi Akte Notaris Is Haryani, S.H. No 9, Tahun 2014, Badan Pendiri Yayasan Ar Rhaudha Seluma disebut Dewan Pembina. Dengan demikian, susunan Dewan Pembina Yayasan Ar Rhaudha Seluma sebagai berikut :          

 Dewan Pembina :

Ketua:     Zamzami

Anggota:1.Sukmar Nery

    2.Gustianto

    3.Fauzan Izami

    4. Arsyad

Sesuai dengan Surat Keputusan Ketua Dewan Pembina tertanggal 1 Februari 2014,  No. 01/YRS/2014, susunan Pengurus Harian Yayasan Ar Rhaudha Priode 2014-2019 adalah sebagai berikut:

Ketua                        : Zanlaili Fauzan

Wakil Ketua             :  Alpadjri Thohir

Sekertaris                :  Erlanda Hasnul

Wakil Sekertaris     :  Erry Chrisrtianty

Bendahara Umum :  Suhartini

Wakil Bendahara   :  Huzairin

 Kepengurusan ini dibantu oleh berbagai bidang lainnya seperti: Pendidikan, Pengumpulan Dana, Pembangunan, Hukum dan Pengawasan.

Demikianlah sekilas perjalanan Yayasan Ar Rhaudha yang berdomisili di Jl Merdeka 85, Tais , Kabupaten Seluma dibantu oleh Sekertariat Badan Pendiri, Jl. Rajawali Barat 42 Bandung.



Komentar Facebook