Taman Nasional (Sumatera)

Taman Nasional (Sumatera)

Taman Nasional Bukit Barisan Selatan                

 

Bukit Barisan merupakan jajaran pegunungan di sebelah barat pulau Sumatra, mulai dari Propensi Aceh hingga Propensi Lampung.  Panjang Bukit Barisan ini 1.700 km sebagian besar terdiri dari gunung api. Gunung api yang sangat super adalah gunung Krakatau yang meletus tahun 1883, dan Gunung api Toba terletak di tengah danau Toba. Gunung api  di sepanjang Bukit barisan seluruhnya  berjumlah 35 dan yang ternggi adalah gunung api Kerinci.

            Menurut sejarahnya Bukit Barisan terbentuk dari aktifitas tektonik di bawah tanah di mana terdapat sesar Sumatra yang mengakibatkan terbentuknya gunung api sepanjang Bukit Baisan. Sesar itulah yang menyebabkan terjadinya gempa bumi selama ini.

            Taman Nasional Bukit Barisan Selatan adalah bagian dari Bukit Baarisan di bagian Selatan Pulau Sumatra.  Luasnya 3.568 Km persegi  meliputi Propensi Lampung, Bengkulu, dan Sumatra Selatan. Sebanyak 70% dari luas TNBBS atau seluas 249.552 hektar berada di Propensi Lampung, tepatnya di Lampung Barat dan Tanggamus.  Bagian lainnya sebanyak 23% atau seluas 74.822 hektar, berada di Peropensi Bengkulu. Selebihnya berada di perbatasan dengan Propensi Sumatra Selatan.

            Taman Nasional yang satu ini sudah ada sejak tahun 1935, oleh Pemerintahan Belanda waktu itu dinyatakan sebagai Cagar Alam Suaka Margasatwa. Kemudian  dalam tahun 1982 oleh  pemerintah R.I dinyatakan sebagai Taman Nasional dan setelah diukur ulang memiliki luas  324 hektar.

            Taman Nasional Bukit Barisan Selatan merupakan perwakilan dari rangkaian pegunungan Bukit Barisan yang terdiri dari tipe vegetasi hutan mangrove, hutan pantai dan hutan rawa air tawar pamah tropika sampai hutan pegunungan di Sumatra. Hutan mangrove atau hutan bakau tumbuh pada habitat basa dan masin di sepanjang pantai, terutama pantai berlumpur di muara-muara sungai besar. Hutan pantai  tumbuh di sepanjang pantai di belakang pantai berpasir diselingi oleh semak atau tanaman perdu dan pohon kecil. Hutan air tawar pamah adalah hutan yang biasanya terdapat di kawasan aliran sungai-sungai besar. Komposisi floristiknya sangat bervariasi sesuai dengan variasi kondisi habitat.

            Jenis tumbuhan yang terdapat di TNBBS antara lain: Pidada(Sonneratia), nipah(Nypa frutican), cemara laut  ( Casuarina equisetifolia), pandan (pandanus sp.), cempaka(Michelia champaka), meranti ( Shorea sp), mersawa ( Anisaoptera), keruing ( Dipterocarpus sp), rotan (Calamus sp), dan berbagai bungga, termasuk bunga Rafflesia.

            Tumbuhan yang menjadi ciri khas TNBBS adalah bunga bangkai jangkung ( Amorphophallus decus-sivae), bunga bangkai raksasa(A. Titanum), anggrek raksasa (Grammatophylum speciosum).Tinggi bunga bangkai jangkung bisa mencapai 2 meter.

            Keistimewaan lainnya dari Taman Nasional Bukit Barisan Selatan yaitu memiliki beberapa hutan dataran rendah dan sangat kaya akan keanekaragaman hayati. Selain itu merupakan  tempat tinggal tiga jenis mamalia besar,  gajah sumatra( Elephas maximus), badak sumatra (Dicerorhinus  sumatrenesis), dan harimau sumatra(Pantrhera tigris sumatrae) yang saat ini  mendekati kepunahan. Hewan lainnya yang masih banyak berkeliaran, seperti: tapir(Tapirus indicus), siamang (H. syndactylus syndactylus),  simpai(Presbytis melalophos fuscamurina), kancil(Tragulus Javanicus kanchil), penyu sisik ( Eretmochelys imbricata).

Di kawasan ini juga terdapat tumbuhnya bunga terbesar dunia, bunga Rafflesia Arnoldii atau Patma Raksasa yang tumbuh di hutan Bengkulu sejak ditemukan tahun 1818.

            Tidak heran kalau kemudian pada tahun 2004 UNESCO menyatakan Taman Bukit Barisan Selatan sebagaiSitus Warisan Dunia. Taman Nasional Bukit Barisan Selatan tercakup pula dalam Gelobal 200Ecoregions, yaitu peringkat habitat darat, air tawar, dan laut di bumi yang paling mencolok dari sudut pandang biologi yang dibuat oleh WWF. Taman ini juga dijadikan tempat pelestarian badak  dan gajah Sumatra, melalui program Asian Rhino and Elephant Action Strategy (AREAS) dari WWF. Beberapa lembaga internasional seperti : IUCN, WCS, dan WWF telah mengintifikasi TNBBS sebagai tempat pelestarian harimau di dunia. Begitu besar perhatian UNESCO terhadap Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, sehingga sudah diusulakan daerah ini sebagai The  World Heritage Cluster Mountainous Area.

            Bagi pengembangan wisata, daerah TNBBS sangat terbuka lebar. Beberapa di antaranya daerah Tamplang dan Blimbing, serta Sukaraja yang merupakan tempat wilayah konservasi alam hewan liar seperti rusa, dan hewan lainnya. Wisata pantai, danau, gunung dan sungai sangat menarik untuk ditelusuri di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.

            Ancaman yang sangat mengkhawatirkan telah terjadi di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan adalah pembabatan hutan untuk perkebunan kopi dan sawit, perburuan liar dan penebangan liar.  Menurut penelitian WWF tahun 2007 sudah lebih dari 28% dari luas hutan telah berubah fungsi menjadi perkebunan.

           



Komentar Facebook